Dari Stasiun Cheribon SCS ke Stasiun Cirebon Prujakan, Selalu Setia Melayani Pecinta Transportasi Kereta Api

KOTA CIREBON, (CN).-
Stasiun Cirebon Prujakan di Kota Cirebon, Jawa Barat, terus menjadi salah satu simpul penting transportasi kereta api di Pulau Jawa.

Beroperasi sejak 1 Mei 1897, stasiun ini telah melewati perjalanan lebih dari satu abad dan tetap melayani mobilitas masyarakat hingga kini.

Stasiun yang dahulu bernama Stasiun Cheribon SCS ini dibangun perusahaan kereta api bernama Semarang-Cheribon Stroomtram Maaatschappij (SCS) pada 1895.

Awalnya, stasiun ini melayani perjalanan kereta api antara Semarang dan Cirebon serta mendukung distribusi hasil bumi.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin mengatakan, Stasiun Cirebon Prujakan memiliki nilai sejarah sekaligus peran strategis dalam mendukung konektivitas transportasi.

“Saat ini, Stasiun Cirebon Prujakan melayani perjalanan kereta api antarkota dengan berbagai tujuan, seperti Jakarta, Semarang, Yogyakarta hingga Surabaya,” jelasnya.

KAI Daop 3 Cirebon mencatat, sepanjang 2024 Stasiun Cirebon Prujakan melayani 793.000 pelanggan. Jumlah tersebut menjadi 675.796 pelanggan pada 2025. Sementara periode Januari hingga Oktober 2026, tercatat sebanyak 570.997 pelanggan.

Untuk meningkatkan kenyamanan, stasiun ini dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari ruang tunggu, loket tiket, charging station, face recognition boarding, mushola, ruang menyusui hingga fasilitas bagi penyandang disabilitas.

Selain melayani penumpang, Stasiun Cirebon Prujakan juga mendukung aktivitas angkutan barang dan pengoptimalan aset perusahaan melalui penyewaan ruang usaha bagi tenant.

Muhibbuddin menegaskan, KAI Daop 3 Cirebon berkomitmen menjaga fungsi operasional dan nilai sejarah Stasiun Cirebon Prujakan.

Dengan demikian, stasiun bersejarah tersebut diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi bagian penting dari perkembangan perkeretaapian Indonesia.(Noli/CN)

Exit mobile version