Musim Hujan Segera Datang, Wali Kota Cirebon Berharap Normalisasi Sungai Bisa Mencegah Banjir

KOTA CIREBON, (CN).-

Upaya demi upaya terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon dalam mencegah terjadinya banjir pada musim hujan.

Saat ini, normalisasi Sungai Cikalong sedang berlangsung. Upaya ini diharapkan bisa mencegah terjadinya banjir.

Perbaikan saluran drainase juga dilakukan disejumlah titik. Warga Kota Cirebon diingatkan untuk membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing.

Untuk memastikan pekerjaan normalisasi Sungai Cikalong berjalan dengan baik, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, meninjau langsung kondisi sungai tersebut bersama Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon, Rachman Hidayat pada Rabu (4/11/2026).

Dalam peninjauan, Wali Kota mendapat laporan progres normalisasi Sungai Cikalong yang telah mencapai hampir 300 meter.

Effendi Edo berharap pekerjaan dapat dilanjutkan hingga sekitar 200 sampai 300 meter berikutnya, terutama pada bagian hilir sungai. Dengan begitu, aliran air dapat lebih optimal dan potensi hambatan yang memicu genangan bisa dikurangi.

Menurut wali kota, normalisasi Sungai Cikalong merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemkot Cirebon dalam membenahi sejumlah aliran sungai.

Sebelumnya, pemerintah daerah juga telah melakukan normalisasi Sungai Cikadu hingga selesai. Secara keseluruhan, upaya penanganan sudah dilakukan pada lima sungai di Kota Cirebon.

“Alhamdulillah, normalisasi Sungai Cikalong sudah hampir 300 meter. Saya berharap pekerjaan ini bisa dilanjutkan sekitar 200 sampai 300 meter lagi ke arah hilir. Sebelumnya, Sungai Cikadu juga sudah kita selesaikan. Ini merupakan bagian dari upaya kita untuk mengurangi risiko banjir di Kota Cirebon,” jelas wali kota.

Effendi Edo mengemukakan, penanganan banjir tidak bisa hanya bertumpu pada satu titik atau satu jenis pekerjaan. Pembenahan drainase di kawasan perkotaan dan lingkungan permukiman harus berjalan beriringan dengan normalisasi sungai. Karena itu, seluruh perangkat daerah terkait diminta untuk terus memaksimalkan langkah-langkah yang sudah dilakukan, terlebih menjelang musim hujan.

Upaya tersebut harus menjadi perhatian bersama para pemangku kepentingan. Penanganan yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan diharapkan dapat mengurangi dampak banjir, sehingga masyarakat tidak harus menghadapi kesulitan setiap kali hujan dengan intensitas tinggi terjadi.

“Kita sudah melakukan berbagai upaya, mulai dari pembenahan drainase perkotaan, saluran di lingkungan masyarakat, sampai normalisasi sungai. Ini harus terus dimaksimalkan. Memang kita tidak bisa menjamin banjir dapat dihilangkan seratus persen karena sangat bergantung pada intensitas hujan. Setidaknya, kita berupaya meminimalkan risiko dan dampaknya bagi masyarakat,” tegasnya.

Wali kota juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas wilayah dalam penanganan sungai. Pasalnya, sejumlah aliran sungai yang melintasi Kota Cirebon memiliki keterkaitan dengan wilayah Kabupaten Cirebon. Kondisi tersebut membutuhkan sinergi antarpemerintah daerah agar penanganannya dapat dilakukan secara menyeluruh, tidak berhenti pada batas administratif masing-masing wilayah.

Persoalan banjir merupakan kepentingan bersama yang membutuhkan penanganan terpadu. Karena itu, Pemkot Cirebon akan terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi untuk mendorong penanganan sungai yang saling terhubung.

Selain Sungai Cikalong, perhatian juga diarahkan pada kawasan banjir kanal di sekitar Jalan Tuparev. Wali kota menyampaikan rencana untuk kembali berkomunikasi dengan pemerintah provinsi agar penanganan di lokasi tersebut dapat dilanjutkan. Dukungan peralatan dari unsur TNI dan Polri juga diharapkan dapat membantu mempercepat pekerjaan di lapangan.(Noli/CN)

Exit mobile version