DLH Lakukan Pembinaan dan Pendampingan di 40 Desa dalam Pengolahan Sampah

Dede Sudiono, S.T., M.Si Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON, (CN).-

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon melalui Dinas Lingkungan Hidup terus melakukan berbagai upaya dalam mengatasi persoalan sampah.

Dengan jumlah sampah sebanyak 1.260 ton per hari, dibutuhkan peran semua elemen masyarakat untuk sama-sama memulai menyelesaikannya dari rumah tangga.

Kepala Dinas Kebersihan Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, S.T., M.Si., didampingi Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan, Suyanto, S.T., mengatakan, gerakan mengatasi sampah dari rumah tangga terus digelorakan.

“Dari sampah rumah tangga idealnya sudah dipilah antara yang organik dengan anorganik. Kami terus sampaikan ke masyarakat bahwa sampah juga bisa menghasilkan uang bisa dikelola dengan baik. Dari sampah bisa jadi pakan ternak atau maggot dan pupuk cair. Sampah juga bisa menghasilkan energi listrik,” jelas Suyanto.

Dinas Lingkungan Hidup, lanjut dia, sedang melakukan pembinaan dan pendampingan di 40 desa di 40 kecamatan. Setiap kecamatan, ada satu desa yang diarahkan agar bisa mengolah sampah mandiri dan menghasilkan secara ekonomi.

“Setiap hari sampah ada 1.260 ton, yang baru terangkut dan diatasi 600.ton. Ada peluang usaha dari sampah, buktinya sudah ada. Desa Ciawigajah sudah terbukti mampu mendapatkan pundi-pundi uang dari sampah. Ada juga Desa Palimanan Barat, Gempol dan Susukan Lebak, yang memanfaatkan sampah menjadi uang,” ungkap dia.

Sosialisasi dan pembinaan tentang pengolahan sampah mandiri juga dilakukan ke generasi muda, ibu-ibu PKK dan elemen masyarakat lainnya.

Pemkab Cirebon pun telah melakukan kerja sama pengolahan sampah dengan PT. Global Energi Investama Group pada Juli 2026.

Menurut pria yang akrab disapa Yanto, Pemkab Cirebon melalui Dinas Lingkungan Hidup terus berusaha mewujudkan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Jika sudah ada TPST, bisa mengatasi 1.000 ton per hari yang bisa diolah menjadi energi listrik.

“Kita terus bekerja sekuat tenaga untuk mewujudkan tempat pengolahan sampah terpadu. Sedang proses pembebasan tanah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Yanto kembali mengingatkan seluruh warga Kabupaten Cirebon untuk tidak membuang sampah secara sembarangan dan melakukan pemilahan.

“Tolong dipisah antara sampah organik dan anorganik. Ini dilakukan dari sampah rumah tangga. Setiap rumah harus melakukan hal tersebut. Setelah itu, sampah dikelola ditingkat desa dengan kehadiran bank sampah. Dari sini, sampah bisa menghasilkan uang,” tegasnya.(Noli/CN)

Exit mobile version