KABUPATEN CIREBON, (CN).-
Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag., meminta seluruh jajaran di Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon untuk menjaga komitmen menjalankan penerimaan murid baru yang bersih, berkualitas dan berintegritas.
Komitmen Ini juga harus dijaga oleh seluruh elemen di masyarakat. Jangan ada intervensi dari pihak manapun dalam penerimaan murid baru pada tahun 2026 ini.
“Mari kita jaga bersama, penerimaan murid baru di Kabupaten Cirebon harus obyektif, berkeadilan, transparan, akuntabel dan tidak diskriminatif,” tegasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Cirebon dalam acara Deklarasi Bersama dan Penandatanganan Pakta Integritas Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPBM) tahun 2026 di Kabupaten Cirebon yang Bersih, Berkualitas dan Berintegritas.
Acara berlangsung di Hotel Apita pada Selasa (12/5/2026). Hadir Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon.
Bupati menandaskan, pendidikan awal dari segalanya. Pendidikan mempunyai peran penting dalam membentuk manusia berkualitas.
“Dimulai dari pendidikan usia dini, bekali anak-anak dengan ilmu dan dibarengi pemahaman tentang agama. Mari kita bersama membentuk anak-anak berkualitas dan menciptakan generasi penerus yang handal. Presiden Prabowo juga telah mencanangkan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon (Kadisdik), H. Ronianto, S.Pd., M.M., menerangkan, jumlah SD negeri di Kabupaten Cirebon ada 745 yang tersebar di 40 kecamatan dan SD 84. Sedangkan, SMP negeri ada 80 dan swasta 147. SMP terbuka ada 6 sekolah.
Untuk kelompok bermain (kober), ada 479. Satuan PAUD sejenis ada 19, 2 taman penitipan anak, 355 TK, 84 sanggar kegiatan belajar (SKB) & pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).
Kuota atau daya tampung SMP negeri sebanyak 22.450 siswa dengan jumlah rombongan belajar 647. Daya tampung SD negeri 43.286 siswa dengan jumlah rombongan belajar 1.245.(Noli/CN)
