Prof. Rokhmin: Kota Sabang Aceh Miliki Potensi Besar untuk Jadi Kawasan Ekonomi Kelautan dan Perikanan

banner 120x600

NUSANTARA, (CN).-

Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S., mengatakan, Kota Sabang, Provinsi Aceh, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan ekonomi berbasis kelautan dan perikanan, pariwisata bahari, pusat logistik maupun transportasi laut internasional, kawasan industri, investasi produktif lain yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

banner 325x300

“Bila semua potensi yang dimiliki itu bisa dikelola dengan baik, rakyat Kota Sabang makin sejahtera. Perlu sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat, termasuk kerja sama dengan perguruan tinggi dalam pengelolaan kekayaan laut. Kami dari DPR RI akan membawa hasil kunjungan di Kota Sabang untuk dibahas lebih lanjut dengan pemerintah pusat, terutama kementerian-kementerian yang terkait,” ujar Prof. Rokhmin.

Kunjungan dilakukan dalam rangka memenuhi undangan Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, sekaligus menjadi bagian dari upaya strategis untuk mendorong penguatan sektor kelautan dan oerikanan, koperasi, logistik, transportasi, pariwisata bahari, investasi produktif sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, daya saing serta kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan di wilayah paling barat Indonesia.

Kedatangan Prof. Rokhmin Dahuri beserta rombongan disambut secara resmi dan penuh antusias pada Jumat (24/4/2926) pukul 15.30 WIB di Ruang VIP Kapal Cepat Pelabuhan Balohan.

Penjemputan dipimpin langsung Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam didampingi jajarannya yakni Asisten I Pemerintah Kota Sabang, Irfani, S.Sos., M.M., Asisten II, Rinaldi Syahputra, S.E., M.T., Kepala Dinas Perhubungan, Husaini, S.T., Kepala Dinas Pariwisata, Harry Susethia, S.T., M.T., serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Zulfan, S.Pi.

Dalam kunjungan itu, Prof. Rokhmin didampingi Ms. Mary dari PT. SCO-Setu Sino Nusantara/PT. Obor Indonesia China. Kehadiran Ms. Mary bertujuan untuk melihat secara langsung potensi ekonomi strategis Kota Sabang, terutama dalam konteks peluang investasi, pengembangan kawasan industri terintegrasi dengan Pelabuhan Bebas (Free Port) dan Bandara Internasional Sabang, penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal serta percepatan aktivitas ekonomi daerah untuk kesejahteraan rakyat.

“Sebagai wakil rakyat, anggota DPR Ri memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Kami di Komisi IV tentu yang berkaitan dengan pembangunan agro-maritim, kelautan, perikanan dan pangan untuk kesejahteraan masyarakat,” tandas Prof. Rokhmin yang merupakan Menteri Kelautan dan Perikanan tahun 2001-2004 ini.

Pada awal kunjungan, Prof. Rokhmin diajak meninjau lokasi pembangunan Koperas Desa Merah Putih (KDMP) di Cot Abeuk, Sabang.

Politisi PDI Perjuangan ini menilai, secara fisik pembangunan koperasi berjalan dengan baik. Namun, aspek terpenting bukan hanya pada bangunan.

“Aspek terpenting adalah pada kualitas manajemen, tata kelola, kualitas SDM pengelola dan keberlanjutan usaha koperasi,” jelasnya.

Menurut Prof. Rokhmin, koperasi harus benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat lokal, memperkuat ekonomi rakyat serta menjadi instrumen pemberdayaan yang nyata.

“Pembangunan KDMP tidak boleh berhenti sebagai bangunan atau simbol semata, tetapi harus hidup sebagai pusat kegiatan ekonomi yang produktif, efisien, berdaya saing dan mensejahterakan masyarakat lokal secara berkelanjutan (sustainable),” tegas profesor yang juga menjabat Rektor Universitas UMMI Bogor ini.

Kota Sabang, khususnya Pulau Weh sebagai pulau utama, memiliki posisi strategis sebagai wilayah paling barat Indonesia.(Noli/CN)

banner 400x150

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *