Prof. Rokhmin Salurkan Bantuan Mesin Pakan Ikan Hasil Kemitraan dengan KKP kepada Warga di Suranenggala Kidul

KABUPATEN CIREBON, (CN).-
Warga Desa Suranenggala Kidul, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mendapat bantuan Mesin Pakan Ikan Tahun 2026 hasil kemitraan Komisi IV DPR RI dengan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

Bantuan mesin pakan ikan diserahkan anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., kepada Kuwu Suranenggala Kidul, Narisa.

Dalam kesempatan itu, digelar pula Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Akses Pemasaran Pelaku Perikanan Kerja Sama Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Komisi IV DPR RI. Bimtek diikuti puluhan nelayan atau warga di Kabupaten Cirebon.

Hadir Katimja Pembinaan Pemasaran Direktorat Pemasaran Ditjen PDSPKP KKP RI, Usep Suhendar, S.Pi., M.P. Acara berlangsung pada Jumat (24/7/2026) di Balai Desa Suranenggala Kidul.

Selain Prof. Rokhmin yang memberikan arahan kepada peserta bimtek, tampil sebagai pembicara yakni Mardiyono S. Alexander E. Luankali, S.St.Pi., M.Sc., selaku Pembina Mutu Hasil Kelautan & Perikanan Ahli Madya serta Warnadi, seorang wirausaha yang sukses dibidang perikanan.

“Kami dari Komisi IV bersama KKP ingin mencetak wirausaha atau pengusaha baru dibidang perikanan dan kelautan, karena itu kita berikan bimtek dan bantuan mesin pakan ikan. Nelayan harus mampu berdikari, mandiri dan sejahtera,” ujar Prof. Rokhmin yang pernah menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan pada tahun 2001-2004.

Kepada para warga yang ikut dalam bimtek, Prof. Rokhmin yang menerima penghargaan Dosen Teladan I Tingkat Nasional tahun 1995 ini meminta agar jangan malu atau tidak percaya diri sebagai nelayan maupun anak nelayan.

“Jangan minder menjadi nelayan, anak nelayan, petani atau anak petani. Saya ini anak nelayan buta huruf. Dengan rajin belajar, kerja keras dan dekat dengan Allah SWT, saya bisa jadi dosen teladan, mendapat gelar doktor dari universitas di Kanada, meraih profesor, jadi menteri dan sekarang anggota DPR RI. Saya titip jangan lupa shalat 5 waktu dan tahajud, in shaa Allah akan mendapat kemudahan serta kesuksesan,” tandas ketua DPP PDI Perjuangan yang membidangi kelautan dan perikanan.

Guru Besar di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University ini mengingatkan kepada para peserta bimtek untuk berikhtiar menjadi wirausaha atau pengusaha dibidang perikanan dan kelautan.

“Kita tidak boleh lupa, Nabi Muhammad SAW itu seorang wirausahawan. Beliau berdagang sejak kecil, menjadi pengusaha yang kaya raya. Jadi, semua peserta bimtek harus punya keyakinan dan mau kerja keras menjadi seorang pengusaha,” lanjut anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon dan Indramayu ini.

Menurut Prof. Rokhmin, masih banyak peluang untuk berwirausaha dibidang perikanan dan kelautan. Salah satunya budidaya ikan dan pengolahan ikan menjadi bahan makanan.

“Jangan semua jadi nelayan, cobalah buka usaha pengolahan ikan atau budidaya ikan di darat. Kegiatan ini juga bisa dilakukan istri nelayan, perempuan anak nelayan dan lainnya, sehingga bisa membantu ekonomi keluarga dan mencapai sejahtera,” imbuhnya.

Prof. Rokhmin mengungkapkan, sosok Warnadi menjadi bukti nyata sukses sebagai pengusaha dibidang perikanan dan kelautan. Warnadi sengaja dihadirkan sebagai pembicara untuk memotivasi peserta agar bisa sukses.

Selain bantuan mesin pakan ikan, Prof. Rokhmin juga memberikan program bioflok. Ada banyak program dan bantuan yang diberikan kepada nelayan, petani, peternak, pembudidaya ikan di Cirebon maupun Indramayu.(Noli/CN)

Iklan Premium • 01 Juni 2026
Exit mobile version