Senin Ini, Prof. Rokhmin Jadi Pembicara dalam Seminar Nasional di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin

Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S

NUSANTARA, (CN).-

Pada Senin (6/7/2026) ini, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., dijadwalkan jadi pembicara dalam seminar nasional yang digelar Padscasarjana Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Seminar dalam rangka “The 20th Anniversary of ULM Postraduate Program & Forpimnas” ini akan berlangsung di Swiss-Belhotel Borneo Banjarmasin.

Topik yang diangkat dalam seminar yakni “Integrasi Pengelolaan Lingkungan melalui IPTEK, Transformasi Sains, Hukum, Sosial, Ekonomi, Budaya Menuju Ekosistem dan Pembangunan Berkelanjutan”.

Dalam seminar nanti, Prof. Rokhmin yang merupakan anggota Komisi IV DPR RI, bakal menyampaikan materi berjudul “Kolaborasi Penta-Helix untuk Pembangunan Blue Economy yang Meningkatkan Daya Saing dan Pertumbuhan Ekonomi secara Berkelanjutan”.

Selain Prof. Rokhmin, pembicara lain yang tampil yakni Prof. Dr. Eng. Agus Haryono dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Prof. Madya Dr. Zainudin bin Hassan dari Universitas Teknologi Malaysia (UTM).

Prof. Rokhmin yang pernah menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan tahun 2001-2004, dikenal sangat gencar menyuarakan blue economy (ekonomi biru).

Ekonomi biru adalah strategi pembangunan ekonomi berkelanjutan yang berfokus pada pemanfaatan sumber daya kelautan dan perairan secara optimal. Konsep ini bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat dan lapangan kerja, sekaligus memastikan kelestarian ekosistem laut (tanpa limbah).

Dalam blue economy, sektor-sektor yang perlu dioptimalkan antara lain perikanan tangkap, perikanan budidaya, industri pengolahan hasil perikanan, pariwisata bahari, industri bioteknologi kelautan serta industri dan jasa maritim.

Prof. Rokhmin yang juga dikenal sebagai Guru Besar Fakultas Perikanan dan Perikanan IPB University, selalu menyampaikan bahwa Indonesia memiliki modal dasar (potensi) pembangunan yang lengkap dan besar untuk menjadi negara maju, adil makmur dan berdaulat.

Indonesia kaya sumber daya alam, baik darat maupun laut. Bonus demografi, posisi geoekonomi dan geopolitik sangat strategis.

Masalahnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih rendah, pengangguran dan kemiskinan, kerusakan lingkungan dan sumber daya alam, ketimpangan ekonomi serta daya saing dan IPM rendah.(Noli/CN)

Iklan Premium • 01 Juni 2026
Exit mobile version