MANCANEGARA, (CN).-
Pakar kelautan internasional yang juga anggota DPR RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., mengatakan, laut dunia dan wilayah pesisir punya peran strategis dalam menjamin ketahanan pangan, ketahanan energi, pengembangan industri farmasi, penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan manusia.
Guru besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University ini menyebut, lautan juga menjalankan fungsi ekologis yang sangat penting, antara lain sebagai penyerap karbon, pengatur siklus hidrologi, pemelihara siklus biogeokimia serta berbagai fungsi penunjang kehidupan.
“Laut dan samudra yang menutupi sekitar 72 persen permukaan bumi ini bukan hanya penting bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, tetapi juga keberlangsungan peradaban manusia,” tandasnya.
Hal tersebut disampaikan Prof. Rokhmin saat menjadi pembicara dalam Our Ocean Conference/OOC yang ke-11 di Mombasa, Kenya, pada 17–19 Juni 2026.
Konferensi ini baru pertama kali berlangsung di Benua Afrika. OOC ke-11 dihadiri lebih dari 4.000 peserta yang terdiri dari para kepala negara, menteri, anggota oarlemen, ilmuwan, peneliti, investor, pelaku usaha, perbankan, perwakilan organisasi non-pemerintah (NGO), organisasi masyarakat sipil serta jurnalis. Para peserta berasal dari sedikitnya 100 negara yang mewakili lima benua di dunia.
Upacara pembukaan berlangsung pada Rabu (17/6/2026), yang secara resmi dibuka Presiden Kenya.
Delegasi Indonesia dipimpin Sakti Wahyu Trenggono selaku Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Ada juga Prof. Rokhmin Dahuri dan Rina Saadah dari Komisi IV DPR RI. Delegasi Indonesia juga terdiri atas Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut, staf khusus, para ilmuwan serta perwakilan organisasi non-pemerintah.
Tema OOC ke-11 yakni “Our Ocean, Our Heritage and Our Future” (Laut Kita, Warisan Kita dan Masa Depan Kita).
OOC ke-11 diselenggarakan dengan enam tema utama (sesi pleno), yakni pembangunan ekonomi biru berkelanjutan (sustainable blue economic development), perikanan dan akuakultur berkelanjutan (sustainable fisheries and aquaculture), kawasan konservasi dan perlindungan laut (marine protected areas and conservation), perubahan iklim dan lautan (climate change and the ocean), pencemaran laut (marine pollution) dan keamanan maritim (maritime security).
Dalam kesempatan itu, Prof. Rokhmin mengungkapkan, keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, semakin terancam oleh pencemaran, penangkapan ikan berlebih (overfishing), praktik penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan dan tidak diatur (Illegal, Unreported and Unregulated Fishing/IUU Fishing), degradasi ekosistem pesisir, hilangnya keanekaragaman hayati lserta perubahan iklim.
Untuk membalikkan tren negatif sekaligus menjadikan wilayah pesisir dan laut sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan serta menyejahterakan, Prof. Rokhmin Dahuri menyampaikan empat rekomendasi utama.
Pertama, menerapkan prinsip-prinsip ekonomi biru berkelanjutan. Setiap negara perlu mengadopsi dan mengimplementasikan prinsip-prinsip ekonomi biru berkelanjutan, yang mencakup rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut yang rusak, penataan ruang laut, pemanfaatan sumber daya hayati laut secara optimal dan berkelanjutan, pemanfaatan sumber daya tidak terbarukan secara ramah lingkungan, pengembangan pariwisata bahari berkelanjutan, penerapan teknologi tanpa limbah (zero-waste technology), teknologi rendah emisi, pengendalian pencemaran, konservasi keanekaragaman hayati, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim serta peningkatan kesiapsiagaan terhadap bencana alam seperti tsunami dan banjir.
Kedua, memperkuat penelitian dan inovasi. Pemerintah, lembaga akademik, dan sektor swasta perlu meningkatkan investasi dalam penelitian, pengembangan teknologi dan inovasi guna mendukung pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan.
Ketiga, meningkatkan pengembangan kapasitas, pendidikan dan pelatihan. Perhatian yang lebih besar perlu diberikan kepada pendidikan, pelatihan vokasional dan program peningkatan kapasitas, terutama bagi masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil, guna meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan mereka.
Keempat, memperkuat kolaborasi internasional. Negara-negara perlu memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan, penelitian dan inovasi, investasi dan perdagangan, serta keamanan dan pertahanan maritim untuk menjamin pengelolaan laut dunia yang berkelanjutan.(Noli/CN)
