KABUPATEN CIREBON, (CN).-
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon terus memberikan dukungan terhadap keberadaan Sekolah Rakyat, yang merupakan program prioritas pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.
Di Kabupaten Cirebon, Sekolah Rakyat sedang dibangun di wilayah Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber. Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan gratis berasrama (boarding school) bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Pemkab Cirebon telah menyiapkan tanah untuk Sekolah Rakyat, menyiapkan akses jalan dan fasilitas air bersih. Saat ini, pembangunan jaringan distribusi air menuju lokasi sekolah sedang dilakukan oleh Perumda Air Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon.
Pelaksana Tugas Direktur Utama (Plt Dirut) Perumda Air Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon, Hendra Chandra Saputra menegaskan, air bersih di Sekolah Rakyat ditargetkan sudah mengalir pada 20 Juni 2026.
Menurut Hendra, kebutuhan air bersih menjadi salah satu sarana dasar yang harus dipenuhi agar kegiatan pendidikan dapat berjalan optimal. Perumda Tirta Jati bersama sejumlah instansi terkait melakukan percepatan pembangunan jaringan distribusi air menuju lokasi sekolah.
Jaringan pipa yang sedang dipasang memiliki panjang sekitar 700 meter, mulai dari titik sambungan di wilayah Perbutulan hingga meter induk yang berada di kawasan Sekolah Rakyat.
“Pembangunan jaringan ini merupakan hasil koordinasi dengan Dinas Sosial dan Satker PPS. Pengerjaannya terus berjalan agar kebutuhan air bersih sekolah dapat terpenuhi,” katanya.
Berdasarkan data kebutuhan yang diterima Perumda Tirta Jati, Sekolah Rakyat nantinya diproyeksikan menampung sekitar 1.000 hingga 1.500 siswa. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, diperkirakan diperlukan pasokan air minimal dua liter per detik.
Hendra memastikan kapasitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sumber masih mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Jika diperlukan, kapasitas suplai masih dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kebutuhan sekitar dua liter per detik masih sangat memungkinkan dipenuhi dari SPAM Sumber. Jika kebutuhan bertambah dan kapasitas tersedia, tentu bisa kami suplai lebih,” ujarnya kepada wartawan pada Jum’at (12/6/2026).
Kepala Bagian Pengembangan Perumda Air Minum Tirta Jati, Mira Sofiyawati menerangkan, pekerjaan fisik ditargetkan selesai pada 18 Juni, dilanjutkan dengan proses pengujian jaringan pada 19 Juni.
“Target kami pada 18 Juni pekerjaan selesai, kemudian dilakukan pengetesan. Pada 20 Juni, air sudah harus mengalir ke Sekolah Rakyat,” paparnya.
Pasokan air untuk Sekolah Rakyat, lanjut dia, berasal dari sumber mata air Cigusti yang selama ini menjadi salah satu andalan pelayanan Perumda Tirta Jati di wilayah Sumber dan sekitarnya.
Selain melayani kebutuhan sekolah, Perumda Tirta Jati juga membuka peluang bagi warga yang berada di sepanjang jalur jaringan perpipaan untuk menjadi pelanggan baru.
“Kalau secara teknis memungkinkan dan kebutuhan Sekolah Rakyat sudah terpenuhi, masyarakat yang berada di sepanjang jalur pipa juga bisa mendapatkan manfaat layanan air bersih,” katanya.
Diperkirakan terdapat sekitar seratus rumah yang berada di sekitar jalur jaringan baru. Sebagian di antaranya sudah menjadi pelanggan Perumda Tirta Jati, sisanya berpotensi menjadi pelanggan baru bila kapasitas distribusi memungkinkan.(Noli/CN)
