KABUPATEN CIREBON, (CN).-
Sikap kurang kooperatif ditunjukkan Kasatpol PP Kabupaten Cirebon, Imam Ustadi saat ditanya hasil pertemuan dengan ulama, tokoh ormas Islam dan LSM.
Ditemui wartawan, Imam Ustadi enggan diwawancara dan memberikan keterangan. Kasatpol PP bergegas keluar ruang rapat di Kantor Bupati Cirebon di Sumber.
Pertemuan dengan ulama, tokoh ormas Islam dan LSM berlangsung pada Rabu (10/6/2026). Dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon hanya ada Kasatpol PP, Imam Ustadi dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Fajar Sutrisno.
Bupati Cirebon, H. Imron, Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman dan Sekretaris Daerah (Sekda) Hendra Nirmala kompak tidak ada di kantor saat ulama, tokoh ormas Islam serta LSM datang.
“Nanti saja, saya lapor Pak Bupati dulu,” katanya sambil memberi isyarat tangan untuk menolak wawancara dan ngacir keluar ruang rapat bupati.
Adapun ulama Cirebon, tokoh ormas Islam dan LSM yang datang ke kantor Bupati Cirebon, yakni dari Forum Umat Islam Ciayumajakuning, Majelis Mujahidin, FPI, Persada 212, Garda, Pagar Akidah, LSM AMX, LMP dan Garuda Mas.
Para ulama, tokoh ormas Islam dan LSM meminta Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag., tidak mengeluarkan izin tempat hiburan baru di Kabupaten Cirebon.
“Kami datang ke kantor bupati untuk menyampaikan keresahan masyarakat tentang keberadaan restoran, kafe, diskotik dan sejenisnya yang menjadi tempat pesta minuman beralkohol, mabuk-mabukan serta kegiatan maksiat lainnya. Cirebon itu Kota Wali, baik Kabupaten Cirebon maupun Kota Cirebon. Stop dan hentikan izin baru tempat hiburan, serta evaluasi yang sudah ada,” tegas Ustadz Marwi.
Menurutnya, mereka mendapat informasi akan ada tempat hiburan baru di Kabupaten Cirebon. Para ulama, tokoh ormas Islam dan LSM menyebut nama Southbank.
“Pihak Southbank sedang melakukan proses perizinan, kami minta jangan ada tempat hiburan baru lagi di Kabupaten Cirebon. Ujung-ujungnya jadi tempat maksiat, mabuk-mabukan dan kumpul para LGBT,” jelasnya.
Mereka juga mendesak Bupati Imron bersama jajarannya untuk melakukan evaluasi terhadap tempat-tempat hiburan yang sudah ada,
Abu Muhammad Al Faruq yang akrab disapa Ustadz Agung menambahkan, warga Cirebon dan sekitarnya harus diselamatkan dari miras dan maksiat lainnya.
“Sunan Gunung Jati tidak meninggalkan wasiat ingsun titip tempat hiburan malam, tempat karaoke, tempat dugem dan sejenisnya. Sunan Gunung Jati menitip pesan ke kita, ingsun titip tajug lan fakir miskin. Anak-anak muda Cirebon jangan sampai moralnya dirusak. Para pemimpin, pejabat dan pengambil kebijakan harus ingat itu,” tandasnya.(Noli/CN)
