Di Ponpes Al-Zaytun Indramayu, Prof. Rokhmin Paparkan Keistimewaan Sistem Pendidikan Islam

banner 120x600

AYUMAJAKUNING, (CN).-

Sistem pendidikan Islam memiliki potensi besar untuk menjawab tantangan ketertinggalan IPTEK, kemiskinan, krisis moral, ketimpangan sosial dan kerusakan lingkungan.

banner 325x300

Menurut anggota DPR RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., sistem pendidikan Islam menekankan pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek intelektual (‘aqliyyah), spiritual (ruhiyyah) dan moral (akhlaqiyyah).

“Sejak masa keemasan peradaban Islam (The Golden Age of Moslem), pendidikan menjadi fondasi kemajuan IPTEK dan peradaban global. Kemudian, lahirlah tokoh-tokoh di antaranya Al-Ghazali, Ibnu Sina, Ibnu Khaldun dan Ibnu Al-Khawarizmi yang mengintegrasikan ilmu agama dan sains secara harmonis,” tandas Menteri Kelautan dan Perikanan tahun 2001-2004 ini.

Hal itu disampaikan Prof. Rokhmin di hadapan sekitar 2.700 guru, kepala sekolah, pengasuh pondok pesantren (ponpes), pelajar, mahasiswa, wali siswa dan para undangan dalam acara Pelatihan Pelaku Didik di Pondok Pesantren Al-Zaytun di Indramayu, Jawa Barat.

 

Kegiatan yang berlangsung Minggu (3/5/2026), dihadiri Syaykh Al Zaytun, Abdussalam Panji Gumilang beserta umi, Ketua Yayasan Pesantren Indonesia, Imam Prawoto, M.B.A., CRBC, Rektor IAI Al-Zaytun Indonesia beserta seluruh dosen, Ketua KSU Desa Kota Indonesia, Anis Khoirunnisa, S.Th.I. M.A.P., ketua Majelis Pengendali Asrama Pelajar (MPAP) beserta para Mudabbir Asrama,
ketua majelis guru beserta para kepala sekolah dan guru.

Hadir pula para petani yang tergabung dalam P3KPI (Perkumpulan Petani Penyangga Ketahanan Pangan Indonesia).

Pelatihan Pelaku Didik di Pondok Pesantren Al-Zaytun mengambil tema Menuju Transformasi Revolusioner Pendidikan Berasrama, Demi Terwujudnya Indonesia Modern di Abad XXI dan Usia 100 Tahun Kemerdekaan.

Prof. Rokhmin menyampaikan keunggulan sistem pendidikan Islam yakni holistik (integral), pembentukan karakter (akhlak mulia), keseimbangan dunia akhirat, mendorong keadilan sosial (zakat, sedekah) serta berbasis nilai keberlanjutan.

“Di tengah dominasi sistem pendidikan barat (modern) yang cenderung sekuler
dan berorientasi pasar, dibutuhkan sistem pendidikan yang tidak
hanya menghasilkan kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk karakter, moral dan keseimbangan hidup manusia. Sistem pendidikan Islam berlandaskan pada sumber
utama yaitu Al-Qur’an dan Hadits, dengan tujuan utama membentuk insan kamil (manusia paripurna),” papar Prof. Rokhmin, yang juga Rektor UMMI Bogor ini.

Ia menjelaskan transformasi pendidikan berasrama yang harus dilakukan, yakni modernisasi kurikulum integratif di mana
menggabungkan pendidikan akademik, kepemimpinan, karakter, literasi digital dan wawasan kebangsaan

Pemberdayaan dan kemandirian santri, yakni mendorong kemandirian melalui pendekatan project based learning, kewirausahaan, problem solving dan keterampilan hidup.

Kemudian, digitalisasi sistem pembelajaran dengan pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran interaktif, monitoring perkembangan siswa, komunikasi dengan orangtua serta manajemen asrama yang lebih efektif.

Selain itu, peningkatan kompetensi pendidik dan pengasuh. Guru dan pembina asrama perlu ditingkatkan kapasitasnya dalam pedagogi modern, konseling, mentoring serta penangganan kesehatan mental peserta didik.

 

Penciptaan lingkungan asrama yang aman dan inklusif, membangun budaya anti perundungan, menjaga kesehatan fisik-mental, menciptakan lingkungan yang nyaman, sehat dan mendukung tumbuh kembang siswa.

“Peran Ponpes Al-Zaytun dalam transformasi revolusioner pendidikan antar lain menerapkan sistem pendidikan berasrama yang mengintegrasikan kegiatan belajar, pembinaan karakter kedisplinan, ibadah dan kepemimpinan. Kedua, menggabungkan kurikulum diniyah dan pendidikan modern sehingga santri memiliki dasar keislaman sekaligus menguasai IPTEK dan wawasan kebangsaan,” ujarnya.

Ketiga, membangun kapasitas global melalui penguasaan bahasa asing (Arab-Inggris) sebagai instrumen akses ilmu pengetahuan maupun diplomasi.

Mengembangkan pendidikan berbasis kewirausahaan melalui pengelolaan pertanian, peternakan serta unit usaha pesantren sebagai sarana kemandirian santri.

Menyediakan infrastruktur pendidikan modern berskala besar untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

Terakhir, mengaktifkan partisipasi santri dalam kompetisi nasional dan internasional melalui ajang akademik, olahraga, seni riset dan kepemimpinan.

“Sistem pendidikan dengan kurikulum, metoda pendidikan, berasrama, dan integrasi IMTAQ dan IPTEK merupakan
bukti Ponpes Az-Zaytun sudah on the track, baik menurut Islam, Pancasila maupun UUD 1945. Bila sistem pendidikan Az-Zaytun dilaksanakan secara konsisten, istiqomah dan berkelanjutan, akan menjadi pole model bagi yang lain. Bahkan, menjadi benih unggul bagi kebangkitan umat Islam,” pungkas Prof. Rokhmin.(Noli/CN)

banner 400x150

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *