KOTA CIREBON, (CN).-
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon terus melakukan berbagai upaya untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan kepada para penumpang.
Salah satunya menggelar simulasi kondisi darurat sekaligus sosialisasi keselamatan di sejumlah perlintasan sebidang.
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat saat melintasi rel kereta api, terutama menjelang masa angkutan Lebaran 2026.
Simulasi tanggap darurat digelar di dua titik perlintasan, yakni JPL 157 pada petak jalan Kertasemaya–Arjawinangun yang dijaga oleh Dinas Perhubungan, serta JPL 153 di petak jalan Kertasemaya–Jatibarang yang dijaga secara swadaya oleh masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, petugas penjaga jalur lintasan (PJL) diberikan pemahaman terkait prosedur penjagaan perlintasan sebidang serta penanganan situasi darurat sesuai standar operasional keselamatan.
Petugas mempraktikkan simulasi dengan skenario kendaraan mogok yang menghalangi jalur kereta api. Dalam skenario tersebut, petugas PJL melaporkan kejadian kepada petugas pengatur perjalanan kereta api (PPKA). Setelah itu, petugas berlari ke arah datangnya kereta api sambil mengibarkan bendera merah sebagai tanda peringatan berhenti, dengan tetap mengutamakan keselamatan diri.
Selain simulasi darurat, KAI Daop 3 Cirebon melakukan sosialisasi keselamatan di sejumlah perlintasan sebidang bekerja sama dengan komunitas pecinta kereta api Indonesian Railfans Preservation Society (IRPS) Wilayah Cirebon.
Sosialisasi dilakukan di beberapa titik, antara lain JPL 157 Kertasemaya–Arjawinangun, JPL 153 Kertasemaya–Jatibarang, JPL 191 Cangkring serta JPL Truag pada petak jalan Cangkring–Cirebon.
Manager Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan di perlintasan sebidang.
“Keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Melalui simulasi tanggap darurat dan sosialisasi ini, kami ingin membangun budaya disiplin dan kewaspadaan di masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap kesadaran pengguna jalan untuk berhenti saat sinyal berbunyi, tidak menerobos palang pintu serta memastikan kondisi aman sebelum melintas dapat terus meningkat.
“Disiplin dan kewaspadaan merupakan kunci utama untuk meminimalkan potensi kecelakaan di perlintasan sebidang,” katanya.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak serta partisipasi aktif masyarakat, KAI berharap angka kecelakaan di perlintasan sebidang dapat terus ditekan sehingga tercipta perjalanan kereta api yang aman, lancar dan selamat bagi semua pihak, khususnya menjelang masa angkutan Lebaran 2026.(Noli/CN)
