Usulan Perbaikan Infrastruktur Lingkungan Mendominasi dalam Rapat Pra Musbangkel di Kelurahan Kesenden

KOTA CIREBON, (CN).-
Perbaikan infrastruktur lingkungan masih menjadi usulan utama yang disampaikan para ketua RW dalam kegiatan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Pra Musbangkel) untuk tahun anggaran 2027 yang digelar Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksaan, Kota Cirebon.

“Mayoritas RW di Kelurahan Kesenden mengusulkan perbaikan infrastruktur lingkungan, seperti drainase dan pengaspalan jalan. Nanti kita lihat, apa bisa dari anggaran kelurahan atau diteruskan ke dinas terkait. Anggaran kelurahan tentu sangat terbatas dan kita lihat kewenangannya, maka perlu koordinasi dengan dinas-dinas terkait,” ungkap Ruliyanto, S.STP., Lurah Kesenden.

Pra Musbangkel untuk tahun anggaran 2027 berlangsung di Aula Kelurahan Kesenden pada Senin (19/1/2026). Hadir Sekretaris Kelurahan, Parta Juwanda, Kasie Pemerintahan Umum, Ketentraman dan Ketertiban, Sofyan, Kasie Administrasi dan Pelayanan Publik, Wasiah, para ketua RW, ketua Karang Taruna, bhabinkamtibmas, babinsa, ketua PKK dan posyandu Kesenden.

Pra musbangkel dihadiri pula narasumber dari Dinas Pariwisata, terkait usulan masyarakat mengenai keberadaan sejumlah situs sejarah di wilayah Kesenden.

Hal ini dimaksudkan agar situs-situs itu mendapat perhatian dari dinas terkait, baik dari sisi sejarah maupun pemeliharaannya.

“Di wilayah Kesenden terdapat beberapa situs, seperti situs di Ki Buyut Syawal, makam Nyi Senden atau Jangga Weri, Jangga Sena dan Jangga Wisa. Harapannya, ke depan bisa ada usulan pelestarian situs sekaligus pengembangan pariwisata,” ujarnya.

Lurah Ruli mengatakan, pra musbangkel ini bertujuan untuk merekam usulan hasil rembug warga agar mendapatkan tanggapan serta persetujuan dari para ketua RW.

“Alhamdulillah, hari ini kami dari pihak Kelurahan Kesenden melaksanakan pra musbangkel untuk perencanaan tahun 2027. Usulan-usulan dari hasil rembug warga sudah kami rekam dan ditayangkan untuk mendapatkan respons dari para ketua RW,” lanjutnya.

Dalam pra musbangkel, tambah Lurah Kesenden, ada beberapa usulan prioritas yang memungkinkan untuk direalisasikan. Usulan itu yakni program Kampung Ketahanan Pangan melalui tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai upaya penanganan stunting. Selain itu, ada usulan pengadaan mesin potong rumput untuk menunjang kegiatan kerja bakti dan kebersihan lingkungan.

“Pemerintah kelurahan akan memilih usulan yang sanggup kami penuhi, sementara yang belum bisa direalisasikan akan dikomunikasikan dengan instansi terkait sesuai kewenangannya,” tandas Ruli.

Sementara itu, Ketua RW 11 Samadikun Utara, Rohman mengusulkan pengadaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di wilayahnya. Usulan ini disampaikan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi kebakaran di lingkungan permukiman.

“Dari RW saya untuk musbangkel, juga mengusulkan alat pemadam agar warga ada kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran di lingkungan permukiman,” pungkasnya.(Adit/CN)

Exit mobile version