KAI Daop 3 Cirebon Imbau Jangan Melakukan Pelemparan pada Kereta Api, Muhibbuddin: Berbahaya bagi Penumpang

KOTA CIREBON, (CN).-
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon kembali mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pelemparan batu pada kereta api yang sedang melakukan perjalanan.

Pelemparan batu sangat berbahaya bagi penumpang maupun petugas yang ada di dalam kereta api.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin mengungkapkan, hingga saat ini masih saja terjadi tindakan pelemparan batu ke kereta api yang sedang berjalan. Selama 2025 terdapat 20 aksi pelemparan.

Terbaru, pelemparan terjadi pada Selasa (6/1/2026) di petak jalan antara Stasiun Cikaum dan Stasiun Pegadenbaru terhadap KA 166 Dharmawangsa Express relasi Pasar Senen-Surabaya Pasarturi.

Akibat pelemparan batu yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab, lanjutnya, mengakibatkan sarana kereta api mengalami kerusakan seperti pintu dan kaca jendela kereta retak bahkan hingga pecah.

Hal ini sangat membahayakan karena pecahan kaca atau serpihan dari benda yang terkena lemparan dapat melukai dan membuat cidera ringan bahkan cidera permanen bagi para penumpang maupun para petugas yang sedang berdinas.

“KAI sangat mengecam tindakan vandalisme berupa pelemparan batu terhadap kereta api karena selain dapat membahayakan penumpang maupun petugas, juga menggangu perjalanan kereta api. Kami akan melakukan langkah tegas bagi siapa saja yang kedapatan melakukan pelemparan terhadap kereta api,” ujarnya.

Larangan pelemparan terhadap kereta api juga telah diatur dalam UU nomor 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian, di mana pada Pasal 180 menyebutkan bahwa setiap orang dilarang menghilangkan, merusak atau melakukan perbuatan yang mengakibatkan rusak dan/atau tidak berfungsinya prasarana dan sarana perkeretaapian.

“Kami mengajak masyarakat untuk mengingatkan apabila ada orang yang tidak bertanggungjawab akan melakukan tindakan vandalisme berupa pelemparan terhadap KA agar tidak sampai melakukan pelemparan. Apapun alasannya, dampaknya akan sangat berbahaya. Bayangkan kalau salah satu penumpang yang terluka akibat pelemparan itu adalah saudara kita, tentunya sedih hati,” tambahnya.

Berbagai upaya telah dilakukan KAI Daop 3 Cirebon dengan memberikan edukasi dan sosialisasi keselamatan perjalanan kereta api, baik secara langsung ke masyarakat dan mendatangi sekolah-sekolah yang berdekatan dengan jalur rel kereta api.

KAI juga sudah memberi bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa peralatan olahraga dan lain-lain kepada masyarakat di sekitar jalur kereta api, agar masyarakat terutama anak-anak remaja mempunyai aktifitas yang positif serta mengurangi kegiatan di sekitar rel KA.

“Masyarakat yang tinggal di sekitar jalur KA harus turut menjaga dan mengamankan perjalanan kereta api, dengan tidak melakukan aksi vandalisme pelemparan batu ke kereta api,” tutup Muhibbuddin.(Andi/Noli/CN)

Exit mobile version