Nataru 2025-2026 Capai 274 Ribu Penumpang, Kereta Api Jadi Pilihan Utama Masyarakat

banner 120x600

KOTA CIREBON, (CN).-
Kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap moda tranportasi kereta api terus meningkat.

Khusus Daerah Operasional (Daop) 3 Cirebon, sedikitnya ada 274.400 orang yang memanfaatkan tranportasi kereta api pada Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru)

banner 325x300

PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mencatat tingginya volume pelanggan kereta api yang berangkat dari berbagai stasiun di wilayah Daop 3 Cirebon memasuki hari ke 18 pada Minggu 4 Januari 2026 pelayanan masa angkutan Nataru 2025/2026.

Pelanggan yang berangkat dari stasiun wilayah Daop 3 Cirebon dengan tujuan antara lain Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya serta Jakarta dan sekitarnya.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengungkapkan, data akumulasi selama 18 hari pelayanan dari 18 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026, stasiun-stasiun di wilayah Daop 3 Cirebon telah menerima total sebanyak 274.400 pelanggan. Dari data itu, untuk memberangkatkan sebanyak 136.562 penumpang dan menerima kedatangan 138.319 penumpang.

Bila dibandingkan 2024 sebanyak 120.233 penumpang pada periode yang sama, terjadi peningkatan lonjakan penumpang sebesar 114 persen.

Pada Minggu (4/1/2026), merupakan lonjakan kedua tingginya arus keberangkatan mencapai 9.312 penumpang bila dibandingkan dengan hari sebelumnya. Untuk kedatangan, mencapai 7.444 penumpang.

“Ini menunjukkan kereta api menjadi moda transportasi pilihan utama masyarakat karena faktor keamanan, kenyamanan serta ketepatan waktu perjalanan,” jelasnya.

Muhibbuddin menambahkan, Stasiun Cirebon dan Cirebonprujakan menjadi titik keberangkatan utama pelanggan, seiring fungsinya sebagai pusat aktivitas dan simpul transportasi di wilayah Jawa Barat. Sementara, stasiun-stasiun lainnya seperti Jatibarang dan Brebes juga menunjukkan pergerakan pelanggan yang signifikan.

Pantauan KAI Daop 3 Cirebon pada 28 Desember 2025 pukul 15.00 WIB, tiket KA jarak jauh yang telah terjual pada masa angkutan nataru mencapai 81.266 tiket atau 110 persen dari total kapasitas yang telah disediakan 74.988 tiket.

Adapun kereta keberangkatan dari Daop 3 Cirebon yaitu KA Gunung Jati relasi Semarang Tawang-Cirebon-Gambir PP, KA Cakrabuana relasi Purwokerto-Cirebon-Gambir PP, KA Ranggajati relasi Cirebon-Jember PP, KA Kaligung relasi Cirebon Prujakan-Semarang Poncol dan Brebes-Semarang Poncol serta KA Cirebon Fakultatif relasi Cirebon-Gambir PP.

Tingkat okupansi yang melampaui 100 persen tersebut dipengaruhi pola perjalanan pelanggan yang dinamis, dengan naik dan turun penumpang di berbagai stasiun antara stasiun awal dan tujuan akhir.

Muhibbuddin menyampaikan arus balik natal dan tahun baru menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang kembali ke kota asal setelah libur akhir tahun.

“KAI Daop 3 Cirebon terus memastikan seluruh aspek pelayanan berjalan optimal, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, pengaturan alur pelanggan di stasiun hingga kesiapan petugas di lapangan, guna memberikan pelayanan terbaik selama masa angkutan nataru,” tandasnya.

Menurut Muhibbuddin, KAI Daop 3 terus melakukan pemantauan intensif di stasiun utama dan jalur padat selama arus balik, serta mengimbau pelanggan merencanakan perjalanan dengan baik.

KAI juga mengingatkan masyarakat agar datang lebih awal ke stasiun, memastikan jadwal dan identitas perjalanan sesuai tiket, membawa barang sesuai ketentuan, menjaga barang bawaan serta anak-anak dan memanfaatkan layanan boarding face recognition agar proses masuk peron lebih cepat dan nyaman.(Noli/CN)

banner 400x150

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *