KOTA CIREBON, (CN).-
Transportasi kereta api tidak hanya diminati masyarakat Indonesia, tetapi juga orang bule.
Catatan PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 3 Cirebon, ada sebanyak 21.786 penumpang mancanegara. Jumlah ini tercatat mulai Januari hingga Desember 2025.
Manager Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin mengatakan, data ini menunjukkan peningkatan kepercayaan dari masyarakat, termasuk di antaranya pelanggan mancanegara terhadap layanan KAI.
“Kami terus berkomitmen memberikan pelayanan nyaman, aman, tepat waktu dan menghubungkan langsung wisatawan ke berbagai destinasi unggulan,” ucapnya.
Menurut Muhibbuddin, mayoritas para penumpang mancanegara menggunakan KA jarak jauh untuk tujuan Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Bandung, Jakarta hingga Banyuwangi.
KA jarak jauh paling favorit yakni Ranggajati tujuan Cirebon-Surabaya, Gubeng-Jember, KA Cakrabuana tujuan Gambir-Cirebon-Purwokerto dan KA Gunungjati tujuan Gambir-Cirebon-Semarang.
Muhibbuddin menegaskan wisatawan menyukai jadwal keberangkatan yang tepat waktu, pelayanan di atas kereta dan kemudahan pemesanan tiket secara online yang tersedia dalam bahasa Inggris melalui aplikasi Access by KAI.
“KAI terus melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan layanan kepada seluruh pelanggan, termasuk wisatawan mancanegara. Kami melihat tren positif ini sebagai hasil dari peningkatan fasilitas, digitalisasi layanan dan promosi yang masif, baik dalam maupun luar negeri,” ujarnya.
Faktor lain yang mendukung lonjakan penumpang asing adalah peningkatan infrastruktur transportasi dan konektivitas antar moda menjadi kunci utama dalam menarik wisatawan mancanegara.
Para penumpang mengutamakan efisiensi waktu dan kemudahan berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain.
Transportasi kereta api tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga menawarkan pengalaman budaya yang tidak bisa didapat dari transportasi lain.
Wisatawan bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal di stasiun maupun di dalam kereta.(Andi/Noli/CN)
