RAGAM, (CN),-
SEBUAH inovasi revolusioner siap mengubah paradigma, yakni berupa baterai kuantum. Ini sebuah langkah di tengah upaya global menuju solusi energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Menurut Peneliti Pusat Riset Fisika Kuantum Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) M. Shoufie Ukhtary, berbeda dengan teknologi baterai konvensional, perangkat ini menjanjikan pengisian daya super cepat, efisiensi tinggi, dan daya tahan luar biasa.
“Baterai kuantum adalah sistem kuantum yang menyimpan energi dalam eksitasi kuantumnya,” kata Shoufie, seperti dilansir situs resmi BRIN, dalam webinar Ornamat Seri ke-59, bartajuk “Inovasi Energi Berbasis Baterai Kuantum”, Selasa (10/12/2024).
Dia menyampaikan, energi tersimpan ini dapat diekstraksi untuk melakukan usaha, bekerja berdasarkan prinsip superposisi keadaan dan keterjeratan (entanglement).
Model sederhana baterai kuantum, terdiri dari subsistem charger dan baterai. Proses pengisiannya dilakukan melalui medan eksternal, sementara energi yang tersimpan dapat bertahan dari disipasi lingkungan.
Salah satu poin penting yang disampaikan Shoufie adalah konsep ergotropy, yaitu energi maksimum yang dapat diekstraksi menjadi usaha.
Dijelaskan, ergotropy merepresentasikan efisiensi sistem baterai kuantum. Model terbaru milik pihaknya menunjukkan bagaimana menambahkan efek non-linearitas dan menggunakan metode delta-pulse driving mampu meningkatkan kinerja baterai, baik dalam hal energi tersimpan, kecepatan pengisian, maupun efisiensi ekstraksi energi.
Shoufie memaparkan riset-riset terdepan, seperti studi pengisian super-ekstensif yang memanfaatkan interaksi kolektif antara subsistem untuk mempercepat pengisian energi. Inovasi dalam pemanfaatan molekul organik sebagai medium baterai kuantum pun turut menjadi sorotan.
Dia mengajak peserta memahami bagaimana metode seperti delta-pulse driving memungkinkan penguatan energi tersimpan secara signifikan dengan pendekatan hiperbolik. Selain itu, kombinasi efek koherensi dan inversi populasi pada matriks densitas memberikan panduan baru untuk desain baterai kuantum yang lebih efisien.
Dengan semakin berkembangnya teknologi baterai kuantum, Shoufie optimis, inovasi ini dapat menjadi solusi energi masa depan.
“Webinar ini tidak hanya memperluas wawasan para peserta tentang teknologi baru, tetapi juga memberikan pandangan strategis untuk pengembangan energi yang berkelanjutan.
(OKE/CN)
