KOTA CIREBON, (CN).-
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo menyampaikan terima kasih kepada PT. Pertamina Patra Niaga bersama PT Pertamina (Persero) yang memberi kepercayaan kepada Kota Cirebon untuk menjadi tempat berlangsungnya Pertamina Small Medium Enterprise Expo (SMEXPO) tahun 2026 di CSB Mall Cirebon.
“Atas nama Pemerintah Kota Cirebon, saya menyambut baik dan memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada PT. Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat bersama PT. Pertamina (Persero). Pertamina SMEXPO 2026 menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah dan BUMN memiliki peran penting dalam mendorong UMK agar semakin berkembang, adaptif dan mampu menghadapi persaingan ekonomi digital,” ujarnya, Jumat (23/10/2026).
Menurut wali kota, produk usaha mikro dan kecil (UMK) lokal perlu mendapat ruang yang lebih luas agar mampu berkembang, menjangkau pasar baru dan bersaing di tengah perubahan ekonomi digital.
Upaya tersebut menjadi salah satu fokus pelaksanaan Pertamina Small Medium Enterprise Expo (SMEXPO) Cirebon 2026 yang berlangsung selama 3 hari.
Pertamina SMEXPO 2026 menjadi kesempatan bagi para pelaku UMK binaan Pertamina untuk memperkenalkan produk unggulan, bertemu calon pembeli serta memperluas jaringan pemasaran dan kerja sama bisnis.
Dalam pandangan wali kota, SMEXPO bukan sekadar pameran produk, melainkan sarana pembinaan yang dapat membuka peluang pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, pelaku UMK memiliki kesempatan untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus membangun hubungan langsung dengan pembeli potensial, investor maupun mitra usaha.
Wali Kota berharap, produk-produk unggulan dari Kota Cirebon dan wilayah sekitarnya semakin dikenal karena memiliki kualitas, karakter serta nilai budaya yang kuat.
Potensi lokal perlu dikembangkan melalui pengelolaan usaha yang profesional, peningkatan kualitas produk dan strategi pemasaran yang mampu mengikuti kebutuhan pasar.
“Produk lokal kita memiliki keunggulan dan ciri khas tersendiri. Saya berharap para pelaku UMK dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, membangun komunikasi dengan calon pembeli, mempelajari perkembangan selera pasar dan menangkap peluang kerja sama yang ada. Kita ingin produk dari Cirebon tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tandas Effendi Edo.
Wali kota mengemukakan, perkembangan ekonomi Kota Cirebon yang menunjukkan tren positif perlu dijaga melalui kebijakan yang tepat sasaran dan kerja sama lintas sektor.
“Ketika UMK mampu meningkatkan skala usahanya, bukan hanya pemilik usaha yang merasakan. Peningkatan itu berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan masyarakat dan perputaran ekonomi daerah.
Pemerintah Kota Cirebon, melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) serta didukung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), terus mendorong penguatan kapasitas pelaku UMK melalui pendampingan dan berbagai program strategis. Hal itu tentu membutuhkan dukungan berbagai pihak agar hasilnya lebih optimal.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, perlu dukungan dunia usaha dan BUMN melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Kolaborasi seperti yang dilakukan Pertamina ini merupakan bentuk gotong royong dalam membangun kemandirian ekonomi daerah. Ketika UMK kita naik kelas, dampaknya akan dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Marcelino Verieza menjelaskan, SMEXPO merupakan agenda rutin Pertamina untuk memberikan ruang promosi sekaligus mendorong pengembangan UMK binaan.
Program ini menjadi bagian dari peran Pertamina Patra Niaga yang tidak hanya menjalankan bisnis distribusi energi, tetapi juga berkontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Roberth menyatakan, penguatan UMK merupakan salah satu bentuk dukungan Pertamina dalam menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan.
Melalui program pembinaan, pelaku usaha didorong meningkatkan kualitas produk, memperbaiki manajemen, memenuhi persyaratan sertifikasi dan perizinan, hingga memperluas jangkauan pemasaran.
“SMEXPO ini bukan hanya kegiatan pameran, tetapi juga bagian dari upaya Pertamina Patra Niaga untuk turut serta dalam pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kami ingin UMK mendapatkan kesempatan yang lebih besar untuk berkembang, meningkatkan kualitas pengelolaan usahanya dan menjangkau pasar yang lebih luas. Harapannya, semakin banyak UMK yang mampu naik kelas dan bisa membawa produknya ke pasar ekspor,” imbuhnya.
Ia mengungkapkan, pemilihan Kota Cirebon sebagai lokasi SMEXPO didasarkan pada potensi daerah yang dinilai semakin berkembang, terutama di sektor pariwisata.
Akses transportasi melalui jalan tol dan kereta api turut mendukung mobilitas wisatawan, sehingga Cirebon memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu tujuan wisata sekaligus pusat aktivitas ekonomi di wilayah Jawa Barat bagian timur.
Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan pelaku UMK dalam menyediakan produk yang berkualitas dan memiliki daya saing. Wisatawan yang datang ke Cirebon diharapkan tidak hanya menikmati wisata kuliner, tetapi juga tertarik membeli produk-produk lokal sebagai bagian dari pengalaman berkunjung.
Roberth menyebutkan, Pertamina telah membina sekitar 684 UMK di Kota Cirebon. Pembinaan dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Dekranasda, serta berbagai lembaga terkait untuk memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha.
“Kami melihat Cirebon memiliki peluang yang besar. Kota ini tidak hanya mempunyai daya tarik wisata dan kuliner, tetapi juga potensi produk UMK yang dapat dikembangkan lebih jauh. Kami ingin mendorong agar produk-produk lokal memiliki kualitas, manajemen dan cara pemasaran yang mampu bersaing dengan produk dari daerah lain,” tukasnya.
Pelaksanaan SMEXPO di Cirebon merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pertamina di wilayah Jawa Bagian Barat. Kegiatan di Cirebon menjadi salah satu upaya memperluas jangkauan pemberdayaan UMK sebelum berlanjut ke Cilacap, Jawa Tengah.
Pertamina Patra Niaga juga berharap kegiatan ini memberikan dampak yang lebih luas daripada transaksi selama pameran berlangsung. Penguatan UMK diharapkan dapat terhubung dengan sektor lain, seperti pariwisata, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, sehingga tercipta efek ganda yang mendukung pertumbuhan daerah.
“Kami berharap SMEXPO di Kota Cirebon dapat menjadi contoh bahwa pemberdayaan UMK bisa dilakukan melalui kolaborasi yang konkret. Dampaknya tidak berhenti pada pelaku usaha yang mengikuti pameran, tetapi juga memberikan motivasi kepada UMK lainnya untuk terus belajar, memperbaiki pengelolaan usaha, menjaga kualitas produk dan berani memperluas pasar,” pungkas Roberth.(Noli/CN)
