Prof. Rokhmin : Swasembada Pangan Harus Dibarengi dengan Petani yang Sejahtera

Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., anggota Komisi IV DPR RI.

NUSANTARA, (CN).-

Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., mengatakan, swasembada pangan harus dibarengi dengan kesejahteraan pada petani.

“Apa artinya swasembada pangan kalau petaninya tidak sejahtera. Para petani merupakan pelaku utama, jadi mereka harus sejahtera,” tandasnya, Rabu (23/9/2026).

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, momentum peringatan Hari Tani Nasional hendaknya menjadi pemantik evaluasi mendasar bagi arah pembangunan sektor pertanian nasional.

Keberhasilan swasembada pangan, lanjut Menteri Kelautan dan Perikanan tahun 2001-2004 ini, tidak boleh hanya diukur dari lonjakan volume produksi semata. Tapi, wajib berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama.

Prof. Rokhmin mengatakan, kebijakan pangan nasional semestinya mampu menjamin nilai tambah yang dinikmati para petani.

Peningkatan produktivitas dan capaian produksi tinggi di berbagai komoditas pangan tidak boleh menjadi prestasi musiman dalam satu tahun anggaran, tetapi harus dibangun secara berkelanjutan (sustainable food self-sufficiency).

Guru Besar IPB University ini menyoroti ironi struktural yang kerap terjadi, di mana angka produksi nasional dilaporkan surplus tapi mayoritas petani pedesaan masih terbelenggu dalam jerat kemiskinan.

Keberlanjutan produksi nasional justru akan rapuh bila profesi petani tidak lagi memberikan kepastian hidup yang layak dan bermartabat.

Komisi IV DPR RI, tambahnya, mendorong kehadiran kebijakan holistik dari hulu ke hilir. Ada kepastian akses sarana produksi murah berkualitas, perlindungan harga panen yang menguntungkan petani, mitigasi risiko gagal panen hingga efisiensi tata niaga yang memangkas rente distribusi.

Bagi Prof. Rokhmin, swasembada pangan yang berkeadilan adalah keniscayaan di mana ketersediaan pangan melimpah bagi seluruh rakyat, seraya memastikan keringat kaum tani dihargai dengan kemakmuran yang nyata.

“Keberhasilan swasembada pangan tidak akan pernah sempurna dan tidak akan berkelanjutan jika nasib petaninya terabaikan. Pastikan produktivitas dan produksi meningkat mencukupi kebutuhan nasional. Pastikan pula petaninya harus sejahtera,” pungkas Prof. Rokhmin.(Noli/CN)

Exit mobile version