KAI Daop 3 Cirebon Gelar Pelatihan Bidang Pertanian dan Peternakan bagi UMK Mitra Binaan

KOTA CIREBON, (CN).-
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Komitmen itu salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan UMK Mitra Binaan KAI di Sektor Pertanian dan Peternakan yang dilaksanakan selama dua hari, pada 16–17 September 2026.

Kegiatan ini diikuti para petani dan peternak yang merupakan bagian dari UMK Mitra Binaan KAI Daop 3 Cirebon.

Para peserta mendapatkan pelatihan dan pembekalan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dalam mengelola dan mengembangkan usaha secara produktif berkelanjutan.

Pelatihan hari pertama dilaksanakan pada Rabu, 16 September 2026, bertempat di UPTD Balai Pembenihan dan Pembibitan Hortikultura, Jalan Raya Jatibarang, Kabupaten Indramayu.

Kegiatan ini dihadiri Manager Keuangan Daop 3 Cirebon, Tim TJSL KAI, Tim Rumah BUMN serta Kepala Bidang Hortikultura Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Indramayu.

Pada sektor pertanian, peserta mendapatkan materi mengenai hortikultura, tanaman padi serta pengenalan dan pengendalian hama.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menerapkan pertanian yang sehat, termasuk penggunaan pupuk dan pestisida sesuai kebutuhan tanaman.

Penggunaan yang berlebihan dapat memengaruhi kondisi tanah dan tanaman, sehingga perlu dilakukan secara tepat dan efisien untuk mendukung produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Pelaksanaan hari kedua pada Kamis, 17 September 2026, bertempat di UPTD PLUT KUMKM Kabupaten Kuningan, Panawuan, Kabupaten Kuningan.

Kegiatan ini dihadiri Manager Humas Daop 3 Cirebon, Tim TJSLKAI, Manager Rumah BUMN Cirebon beserta jajaran, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kuningan Dr. H. Asep Taufik Rohmas, M.Si., M.Pd., serta Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kuningan, Toni Kusmanto, A.P., M.Si.

Pada sektor peternakan, peserta mendapatkan materi mengenai pengelolaan usaha sapi ternak potong secara berkelanjutan, mulai dari pemilihan bibit unggul, manajemen pakan dan kandang, hingga menjaga kesehatan lingkungan kandang.

Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai pengolahan limbah peternakan, baik limbah padat menjadi pupuk kompos organik maupun limbah cair menjadi pupuk organik cair.

Selain aspek teknis, diberikan pula pemahaman mengenai model usaha peternakan, komponen biaya, penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP) serta cara menghitung keuntungan usaha secara tepat.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin mengatakan, pelatihan ini merupakan bagian dari upaya KAI dalam meningkatkan kapasitas dan produktivitas para pelaku usaha yang menjadi mitra binaan perusahaan.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang dapat langsung diterapkan oleh para petani dan peternak dalam mengelola usahanya. Kami berharap ilmu yang diperoleh selama kegiatan dapat membantu para mitra binaan dalam meningkatkan produktivitas sekaligus mengembangkan usahanya secara berkelanjutan,” tandas Muhibbuddin.

Menurutnya, sektor pertanian dan peternakan memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas pelaku usaha menjadi hal penting agar potensi tersebut dapat dikelola secara optimal.

“KAI tidak hanya memberikan dukungan dalam bentuk pembinaan usaha, tetapi juga berupaya menghadirkan program yang dapat meningkatkan kemampuan dan kemandirian para mitra binaan. Dengan adanya pelatihan yang tepat dan berkelanjutan, kami berharap para UMK dapat semakin percaya diri dalam mengembangkan usahanya dan mampu menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan bisnis,” pungkasnya.(Noli/CN)

Exit mobile version