Mahasiswa FK UPN Veteran Jatim Ajak Anak Panti Asuhan Kenal Budaya Lewat Mozaik Rumah Adat dan Permainan Tradisional

banner 120x600

SEKELOMPOK mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur melakukan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk edukasi dan pelestarian budaya tradisional Indonesia di Panti Asuhan Insanul Kamil Al Khaer, Sidoarjo.

Kegiatan ini menyasar 38 anak usia sekolah dasar, dengan tujuan mengenalkan kembali kekayaan budaya nusantara melalui cara belajar yang menyenangkan yakni bermain sambil berkarya.

banner 325x300

Lima mahasiswa menginisiasi kegiatan tersebut. Mereka yakni Bisarda Kanira Permata P. W., Shofie Ayu Nur F., Alya Raguan Al Habsyi, dan Fakhirah Nailah Anrofi.

Pengabdian masyarakat ini sebagai bagian dari mata kuliah kepemimpinan. Mereka menilai anak-anak panti asuhan kerap memiliki akses terbatas terhadap pembelajaran interaktif, sehingga pengetahuan budaya, keterampilan motorik dan kemampuan kerja sama belum berkembang optimal.

Belajar dibarengi bermain jadi pendekatan yang digunakan. Experiential learning atau belajar melalui pengalaman langsung.

Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta, dilanjutkan dengan pemaparan materi budaya secara interaktif.

Dua aktivitas utama menjadi inti program ini. Mozaik rumah adat, anak-anak menyusun potongan kertas warna-warni menjadi bentuk rumah adat Indonesia.

Aktivitas ini melatih motorik halus dan kreativitas, sekaligus mengenalkan ragam rumah tradisional dari berbagai daerah.

Kemudian bakiak, permainan tradisional yang dimainkan secara beregu menggunakan sandal kayu panjang.

Anak-anak harus melangkah serempak, melatih koordinasi gerak, motorik kasar dan kekompakan tim. Hasilnya cukup menggembirakan, rata-rata nilai pre-test peserta yang awalnya hanya 40,5 melonjak menjadi 85,0 pada post-test dengan kenaikan sebesar 44,5 poin atau setara peningkatan relatif 110 persen.

Tidak satupun dari 38 peserta yang mengalami penurunan nilai. Uji statistik (Wilcoxon Signed-Rank Test) menunjukkan peningkatan ini signifikan secara statistik dengan tingkat pengaruh yang besar.

Selain dari sisi angka, mahasiswa juga mengamati antusiasme tinggi sepanjang kegiatan. Pada sesi mozaik, anak-anak terlihat fokus berkarya dengan kombinasi warna dan susunan masing-masing.

Sementara pada sesi bakiak, suasana riuh oleh tawa setiap kali ada kelompok yang kehilangan koordinasi langkah, namun semua kelompok pada akhirnya berhasil menyelesaikan permainan.

Lebih dari sekadar permainan bagi tim pelaksana, kegiatan ini bukan sekadar mengisi waktu luang anak-anak panti asuhan, tetapi juga upaya melestarikan budaya di tengah gaya hidup digital anak-anak saat ini yang lebih akrab.

Kegiatan ini juga disebut berkontribusi pada beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), yakni pendidikan berkualitas (SDG 4), kesehatan melalui aktivitas fisik (SDG 3) dan pelestarian budaya (SDG 11).

Tim mahasiswa berharap program semacam ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan metode yang lebih variatif, agar dampaknya semakin meluas baik bagi anak-anak panti asuhan maupun bagi pengembangan kompetensi kepemimpinan dan empati sosial mahasiswa yang terlibat.***

*Artikel bersama ini disusun : Bisarda Kanira Permata P. W., Shofie Ayu Nur F., Alya Raguan Al Habsyi, Fakhirah Nailah Anrofi, Prof. dr. Hj. Rika Yuliwulandari, M.Hlt.Sc., Ph.D., Sp. KKLP, Subsp. FOMC Fakultas Kedokteran UPN “Veteran” Jawa Timur.*

banner 400x150

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *