KOTA CIREBON, (CN).-
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun dan menata Kota Cirebon menjadi lebih baik.
Kali ini Effendi Edo ingin kabel-kabel telekomunikasi tidak terlihat semrawut lagi, sehingga langsung memerintahkan dinas-dinas terkait melakukan penataan agar rapih.
Tak cukup instruksi, Wali Kota Cirebon turun ke lapangan meninjau langsung penataan kabel telekomunikasi sebagai langkah awal merapikan wajah kota.
Bagi Effendi Edo, keselamatan warga dan keindahan tata ruang bukan sekadar target pembangunan, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan hadir di lapangan, memastikan setiap proses berjalan tertib, aman dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Didampingi jajaran Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon serta perangkat daerah terkait serta perwakilan operator, Wali Kota Effendi Edo menegaskan, penataan kabel ini akan berlangsung secara bertahap selama beberapa bulan ke depan.
“Hari ini bertepatan dengan awal puasa, juga menjadi awal untuk perapihan kabel di Kota Cirebon. In shaa Allah, mulai hari ini dan beberapa bulan ke depan, kita targetkan kurang lebih satu kilometer per hari saat pelaksanaan,” tandasnya, Kamis (19/2/2026).
Pekerjaan perapihan akan dilakukan satu Minggu sekali, dengan capaian sekitar 1 hingga 1,5 kilometer dalam satu hari kerja sejak pagi hingga siang. Pada tahap awal, terdapat sembilan ruas jalan yang menjadi prioritas untuk dirapikan. Secara keseluruhan, panjang kabel yang akan ditata pada tahap awal ini diperkirakan mencapai kurang lebih 15 kilometer di wilayah Kota Cirebon.
Wali Kota menjelaskan, fokus utama saat ini adalah perapihan kabel yang semrawut di atas permukaan. Setelah itu, pemerintah kota akan menyiapkan infrastruktur ducting sebagai jalur kabel bawah tanah.
“Pemotongan kabel dilakukan manakala infrastruktur untuk pemindahan kabel di bawah tanah sudah siap. Kita rapikan dulu, siapkan ducting, baru kemudian kabel yang di atas dipotong dan dipindahkan ke bawah,” paparnya.
Wali kota menekankan langkah ini telah melalui kajian dan studi banding ke sejumlah daerah yang lebih dahulu melaksanakan penataan serupa.
“Kami sudah berkunjung ke Kota Bandung dan Kota Bogor. Alhamdulillah, tidak ada keluhan terkait gangguan jaringan internet di rumah-rumah warga. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir,” ucapnya.
Saat ini, tercatat kurang lebih 18 operator telekomunikasi yang beroperasi di Kota Cirebon, meskipun tidak semua ruas jalan dilintasi jumlah operator yang sama. Penataan dilakukan secara terkoordinasi agar tidak menimbulkan gangguan layanan.(Noli/CN)
