Prof. Rokhmin Minta Generasi Muda Pegang Teguh dan Terapkan Nilai-nilai Perjuangan

Anggota DPR RI, Prof. Rokhmin meminta generasi muda memegang teguh dan menerapkan nilai-nilai perjuangan.
banner 120x600

KOTA CIREBON, (CN).-
Indonesia merdeka melalui perjuangan yang penuh dengan pengorbanan, baik tenaga, pikiran, harta benda hingga nyawa. Semua elemen masyarakat bersatu melawan penjajah demi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Ada banyak nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pendahulu kita. Jiwa semangat merdeka, rasa harga diri sebagai bangsa yang merdeka, pantang menyerah, persatuan dan kesatuan serta cinta tanah air dan rela berkorban. Kita sebagai generasi penerus wajib memegang teguh dan menerapkan nilai-nilai perjuangan,” kata Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., anggota DPR RI.

banner 325x300

Hal tersebut disampaikan Guru Besar dari IPB University ini dalam sambutannya pada pembukaan Simfoni Perjuangan yang berlangsung di kantor RRI Cirebon pada Jumat (8/8/2025).

Simfoni Perjuangan merupakan lomba bernyanyi lagu-lagu perjuangan yang diikuti para pelajar dari tingkat SD, SMP, SMA dan untuk umum. Lomba ini digelar dalam rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Acara dibuka Wakil Wali Kota Cirebon, Hj. Siti Farida. Hadir Kepala RRI Cirebon, Wenefrida Novi Herajanti, S.H.

Lebih lanjut Prof. Rokhmin yang merupakan Rektor Universitas UMMI Bogor ini menyambut baik digelarnya lomba nyanyi lagu-lagu perjuangan yang diikuti anak-anak, remaja hingga kalangan dewasa.

“Kegiatan ini sangat baik, nilai-nilai perjuangan harus dijaga. Bernyanyi itu ada kesejukan, ketenangan dan kelembutan.Jangan hanya cukup juara nyanyi, tapi juga tingkatkan kecerdasan emosional. Keberhasilan seseorang itu 30 persennya kecerdasan otak, 70 persen kecerdasan emosional,” ungkap anggota Komisi IV DPR RI ini.

Panitia Simfoni Perjuangan, Fitria Pamungkaswati menerangkan, lomba nyanyi solo dan paduan suara lagu-lagu perjuangan diikuti 90 peserta pemyanyi solo dan 6 grup paduan suara.

Lomba berlangsung tiga hari dari 8, 9, 10 Agustus 2025. Audisi dilakukan mulai 8 Agustus, sedangkan puncak acara 10 Agustus. Pada puncak acara ada penyerahan piala dan hadiah bagi para pemenang, serta pagelaran kebudayaan berupa tari-tarian dan beragam suguhan hiburan lainnya.

Menurut Fitria, kegiatan ini bertujuan untuk membuka ruang ekspresi bagi generasi muda dan masyarakat umum dalam menyuarakan semangat perjuangan melalui seni suara.

“Lewat panggung ini, kami ingin menjadikan perayaan kemerdekaan bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk menyatukan suara, menggugah semangat nasionalisme dan memperkuat nilai kebangsaan di tengan tantangan zaman.

Hari Kemerdekaan menjadi momen penting untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme di tengah masyarakat, khususnya generasi muda.

Di era sekarang, semangat perjuangan bisa disuarakan lewat berbagai cara, salah satunya melalui seni musik.

Simfoni Perjuangan yang hadir sebagai lomba menyanyi yang menjadi wadah ekspresi bagi pelajar dan masyarakat umum dalam menyuarakan makna kemerdekaan.

“Melalui lagu, kami ingin membangkitkan kembali semangat kebangsaan dalam suasana yang kreatif, meriah dan penuh makna,” paparnya.

Acara Simfoni Perjuangan bertujuan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme melalui senimusik, sekaligus menjadi ruang ekspresi kreatif bagi pelajar dan masyarakat umum.

Melalui kegiatan ini, perayaan Hari
Kemerdekaan diharapkan menjadi lebih
bermakna, inklusif dan mendorong
partisipasi aktif lintas generasi.(Noli/CN)

banner 400x150

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *