Kembali Ingatkan Pemerintah, Prof. Rokhmin: Lambat Mitigasi Bahaya El Nino Berdampak pada Produksi Pangan

banner 120x600

NUSANTARA, (CN).-

El Nino terus menunjukkan dampaknya dengan terjadinya kekeringan dan kebakaran. Kekeringan sudah dirasakan para petani dan banyak warga sulit mendapatkan air bersih.

banner 325x300

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga jangan dianggap sebelah mata. Dua masalah tersebut bisa menganggu produksi bahan pangan.

Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., kembali mengingatkan kepada pemerintah untuk cepat mengambil langkah-langkah strategis melakukan mitigasi bahaya el nino.

“Cepat bertindak, lakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Bergerak cepat juga untuk mengatasi kekeringan, baik areal pertanian maupun kebutuhan air bersih. Saya sudah sejak awal tahun mengingatkan ancaman el nino. Ada kesan pemerintah menganggap remeh ancaman el nino, sehingga lambat dalam melakukan mitigasi dan kurang maksimal langkah-langkahnya,” ungkap anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Cirebon-Indramayu ini.

Prof. Rokhmin yang pernah menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan pada tahun 2001-2004 di era Presiden Gus Dur dan Presiden Megawati, mengaku khawatir dengan kondisi pangan. Bila pemerintah Indonesia gagal melakukan mitigasi dampak el nino, berpotensi mengganggu ketahanan pangan.

“Pemerintah harus segera mengambil langkah teknis dan preventif di daerah-daerah yang telah diprediksi memiliki risiko tinggi. Berdasarkan data BMKG, telah terdeteksi 5.690 titik panas di antaranya di Kalimantan Barat, Papua Selatan dan Riau,” imbuhnya.

Karena itu, lanjut politisi PDI Perjuangan ini, upaya seperti modifikasi cuaca atau hujan buatan di wilayah rawan perlu dipertimbangkan secara cepat dan tepat.

Penyandang Dosen Teladan I Tingkat Nasional tahun 1995 ini menyampaikan pentingnya edukasi lebih masif kepada masyarakat.

Berdasarkan pengalaman, kebakaran hutan dan lahan banyak dipicu oleh aktivitas manusia. Pembukaan lahan dengan cara membakar, masih saja terjadi. Ada pula perilaku ceroboh seperti membuang puntung rokok sembarangan.

Prof. Rokhmin mengakui pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan aparat dan pemerintah. Masyarakat harus dilibatkan sebagai bagian dari sistem pengawasan dan pencegahan, sehingga kebakaran dapat dicegah sebelum meluas dan menimbulkan kerugian ekologis, sosial serta ekonomi yang jauh lebih besar.

Anggota DPR RI yang cukup vokal dalam rapat-rapat di gedung dewan ini menyebut ancaman el nino terhadap produksi pangan harus menjadi perhatian serius. Kekeringan, berkurangnya ketersediaan air dan terganggunya musim tanam dapat menekan produktivitas pertanian serta berpotensi mengganggu ketahanan pangan bila tidak diantisipasi sejak dini.

“Komisi IV DPR RI telah mengingatkan pemerintah mengenai ancaman tersebut sejak rapat dengar pendapat pada Maret 2026. Namun, respons sejumlah kementerian mitra pada saat itu masih terlihat terlalu ringan dalam melihat potensi dampak el nino. Kami di Komisi IV agak menyesalkan gerak pemerintah yang lamban. Saya sudah mengingatkan sejak Maret agar segera melakukan antisipasi,” ucapnya lagi.(Noli/CN)

banner 400x150

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *