KOTA CIREBON, (CN).-
Puluhan kiai dan ulama muda di Cirebon maupun Indramayu melakukan diskusi bersama Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., yang saat ini menjabat anggota DPR RI.
Diskusi Kebangsaan Bersama 45 Kiai Muda Cirebon Raya ini mengangkat tema, “Kiai Muda sebagai Game Changer : Mencetak Santri Berdaya Saing Global, Berbasis Nilai Keislaman dan Sains”.
Diskusi berlangsung Minggu malam (9/8/2026) di salah satu restoran di Kota Cirebon. Tampak hadir KH. Abdul Hayyi Imam (Ponpes Gedongan), KH. M. Faqih (Ponpes Balerante), KH. Arwani Syaerozi (Ponpes Babakan Ciwaringin), KH. Luthfi NZ (Buntet Pesantren), M. Azka (Ketua Forum Pondok Pesantren Kabupaten Cirebon), H. Azun Mauzun (Ketua Forum Pondok Pesantren Indramayu), H. Dede Muharam dan sebagainya.
Dalam kesempatan itu, Prof. Rokhmin yang pernah menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan tahun 2001-2004 menyampaikan tentang kondisi global saat ini serta potensi yang dimiliki Indonesia untuk menjadi negara adil makmur.
Menurut Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University ini, Indonesia merupakan negara yang diberi banyak kelebihan oleh Allah SWT.
“Allah SWT sangat mencintai Indonesia, negara kita ini kaya raya. Penduduk Indonesia terbesar ke-4 di dunia, ini merupakan bonus demografi. Jumlah kaum muda sangat banyak, yang tentu kategori produktif. Indonesia juga kaya timah, batu bara, nikel dan potensi laut yang sangat luar biasa. Harusnya, Indonesia itu negara kaya dan rakyatnya sejahtera,” ujar anggota Komisi IV DPR RI ini
Indonesia belum menjadi negara kaya dan rakyatnya sejahtera, lanjut Prof. Rokhmin, karena kekayaan yang ada dikuasai kaum oligarki.
“Kekayaan Indonesia itu dikuasai segelintir orang saja, oleh kaum oligarki dan oknum penguasa. Sebagai besar rakyat Indonesia belum menikmati kekayaan yang ada, hidup masih di bawah sejahtera,” tandas anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Cirebon-Indramayu ini.
Dalam pandangan penyandang Dosen Teladan I Tingkat Nasional tahun 1995 ini, pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945 masih jauh panggang dari api.
“UUD 1945 mengamanatkan bumi, air, dan segala kekayaan alam yang ada itu dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat. Faktanya, rakyat Indonesia belum makmur dan sejahtera,” tegas pakar kelautan tingkah dunia ini.
Prof. Rokhmin mengajak kepada kalangan pondok pesantren untuk bersama melahirkan pemimpin bangsa yang bisa membawa Indonesia menjadi negara maju dan rakyatnya sejahtera.
“Semoga akan lahir pemimpin hebat untuk Indonesia dan para ahli diberbagai bidang yang benar-benar bisa membawa Indonesia lebih baik dan maju,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, KH. Abdul Hayyi Imam mengapresiasi pertemuan para kiai dan ulama muda Cirebon Raya bersama Prof. Rokhmin Dahuri.
“Bagi saya pribadi, Prof. Rokhmin bukan hanya seorang DPR RI saja. Prof. Rokhmin yang merupakan titisan kiai besar di Cirebon, kiprahnya sudah ke dunia internasional. Prof. Rokhmin mengangkat marwah Cirebon ke dunia luar. Sosok yang sangat inspirator untuk generasi muda Cirebon,” katanya.
Dalam sesi diskusi, para ulama muda berharap pertemuan dan diskusi ini bisa berlanjut ke arah lebih matang serta melahirkan poin-poin strategi untuk kemajuan bangsa.
Para ulama muda juga menginginkan Prof. Rokhmin bisa membawa program pelatihan dan bimbingan wirausaha kepada para santri di pondok pesantren.
“Para santri perlu dibekali kemampuan wirausaha, untuk kemandirian. Maka, kami berharap Prof. Rokhmin bisa menjembatani dan memfasilitasi para santri agar bisa jadi pengusaha. Untuk lebih mudahnya, mungkin disesuaikan dengan bidang di Komisi IV. Pelatihan atau bimbingan wirausaha tentang kelautan, peternakan dan lainnya,” usul salah seorang ulama muda.(Noli/CN)

















