KABUPATEN CIREBON, (CN).-
Anggota DPR RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat bagus, tapi dalam pelaksanaannya ternyata diproyekkan.
Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia tahun 2001-2004 ini, berpendapat, anggaran MBG lebih tepat disalurkan ke kantin sekolah atau orang tua siswa untuk menyiapkan makan anaknya.
Anggaran MBG disalurkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) merupakan bentuk nyata program ini diproyekkan.
“Program MBG sangat bagus, tujuannya baik. Prakteknya, kurang tepat karena diproyekkan. Saya lebih setuju dananya disalurkan ke kantin sekolah atau orang tua,” lanjutnya kepada wartawan saat ditemui di sela kunjungan dapil di Kabupaten Cirebon, beberapa hari lalu.
Anggota Komisi IV DPR RI ini, mengatakan, anggaran MBG juga terlalu besar sehingga sektor-sektor lain jadi berkurang.
“Anggaran MBG cukup 0,5 persen dari APBN. Saat ini, anggaran MBG sekitar 7 persen dari APBN. Saya bersama beberapa rekan sudah pernah berhitung, anggaran MBG diangka Rp 45 triliun,” ungkap Rektor Universitas UMMI Bogor ini.
MBG harusnya lebih difokuskan ke daerah-daerah yang stunting-nya tinggi, langsung ke sekolah yang anak didiknya dari keluarga kurang mampu atau ke orang tua siswa.
Pemerintah sebelumnya melakukan pemetaan dan klasifikasi, sehingga program MBG lebih tepat sasaran.
Dengan anggaran MBG Rp 45 triliun, sisanya Rp 300 triliun bisa untuk mendukung sektor pendidikan, perbaikan jalan, membantu UMKM, subsidi gas, menyelamatkan industri kecil yang gulung tikar dan menciptakan lapangan kerja baru.(Noli/CN)

















