KABUPATEN CIREBON, (CN).-
Arus kendaraan pemudik yang datang dari Jakarta dan kota-kota besar lainnya terus mengalami peningkatan. Di wilayah Kabupaten Cirebon, jalanan pantura sudah dipadati para pemotor. Untuk pengguna mobil, mulai memadati jalan tol.
“Selamat datang para pemudik, tetap melajukan kendaraan sesuai ketentuan. Tak perlu ngebut, utamakan keselamatan. Jika Lelah dan ngantuk, beristirahatlah. Ingat, keluarga tercinta menunggu di kampung halaman,” tegas Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag.
Tradisi mudik sudah menjadi budaya masyarakat Indonesia setiap Hari Raya Idul Fitri. Karena itu, pemerintah daerah bersama aparat keamanan telah menugaskan tim gabungan dari Polri, TNI dan dinas terkait untuk menjalankan misi kemanusiaan dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Apel gelar pasukan telah dilakukan untuk melihat kesiapan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran. Apel juga dirangkaikan dengan pemusnahan minuman keras serta knalpot brong hasil penindakan aparat.
Bupati Imron mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memastikan situasi wilayah tetap aman dan kondusif selama masa Lebaran.
“Apel gelar pasukan dilakukan untuk pelayanan arus mudik dan balik. Kami ingin memastikan masyarakat yang melintas di Kabupaten Cirebon merasa aman, nyaman dan tertib selama perjalanan,” ucap Imron.
Ia kembali mengimbau para pemudik agar selalu berhati-hati selama perjalanan dan memanfaatkan pos pelayanan yang telah disediakan jika mengalami kelelahan atau butuh bantuan.
“Kalau capek atau sakit, silakan beristirahat di pos-pos yang sudah disiapkan di jalur Cirebon. Kami ingin perjalanan para pemudik berjalan lancar dan selamat sampai tujuan,” lanjutnya.
Sementara itu, Kapolresta Cirebon, Kombes. Pol. Imara Utama menjelaskan, sebanyak 1.200 personel gabungan telah disiagakan untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran di wilayah Kabupaten Cirebon.
Para petugas terdiri dari unsur TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya. Mereka menempati pos sejak 13 Maret pukul 00.00 WIB guna memastikan kesiapan sebelum gelombang pertama arus kendaraan yang diprediksi terjadi pada 14 Maret.
“Kami telah menyiapkan total 11 pos yang terdiri dari pos pelayanan, pos pengamanan dan pos terpadu,” papar kapolres.
Salah satu pos utama berada di KM 188 yang akan dioperasikan secara terpadu bersama Korlantas Polri dan instansi terkait lainnya.
Terkait rekayasa lalu lintas di jalan tol seperti sistem satu arah (one way), Imara menyebut kebijakan tersebut merupakan kewenangan Korlantas Polri dan akan diberlakukan berdasarkan kondisi volume kendaraan secara real-time.
Selain itu, perhatian juga diberikan pada jalur arteri, khususnya titik putar balik atau U-turn yang berpotensi menimbulkan kemacetan.
“Terdapat sekitar 30 titik U-turn di Kabupaten Cirebon yang telah dipetakan untuk kemungkinan penutupan. Penutupan ini bersifat situasional, tergantung pada kondisi lalu lintas di lapangan,” terangnya.
Penutupan dilakukan bila terjadi peningkatan volume kendaraan yang signifikan dan berpotensi menyebabkan kemacetan.(Andi/Noli/CN)

















