KOTA CIREBON, (CN).-
Keceriaan terlihat dari wajah Saroji dan para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Si Randu yang berada di Kelurahan Pegambiran, Kota Cirebon.
Jumat (30/10/2026) siang itu, Saroji dan para petani Poktan Si Randu mendapat bantuan traktor roda 2 hasil perjuangan anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S.
“Terima kasih Pak Rokhmin, terima kasih juga untuk Pak Amran (Menteri Pertanian). Kami Poktan Si Randu mendapat bantuan traktor. Alhamdulillah, semoga hasil panen kami bertambah banyak,” ujar Saroji, Ketua Poktan Si Randu.
Pada hari itu, Prof. Rokhmin yang merupakan anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Cirebon-Indramayu, datang langsung menemui para petani.
Selain menyerahkan secara simbolis bantuan traktor, politisi PDI Perjuangan ini ingin mendengar langsung persoalan yang dialami petani.
Hadir dalam kesempatan itu, kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Cirebon beserta jajarannya. Tampak pula penyuluh pertanian yang membina Poktan Si Randu.
Turut mendampingi Prof. Rokhmin, tokoh PDI Perjuangan Kota Cirebon, Edi Suripno dan Ketua PAC Kejaksan PDI Perjuangan, Sumarni.
Di hadapan Prof. Rokhmin dan pejabat yang hadir, Saroji menyampaikan peran penyuluh pertanian yang sangat besar dalam membina para petani.
“Penyuluh pertanian banyak memberi ilmu kepada kami. Kami juga sering dikunjungi. Dengan bimbingan penyuluh, semoga hasil panen tahun depan makin banyak,” tambah Saroji.
Kepada Saroji dan para petani Poktan Si Randu, Prof. Rokhmin meminta agar traktor yang sudah diberikan dapat dijaga dengan baik.
“Jangan cuma dipakai atau digunakan saja, tapi harus dirawat sehingga bisa terus digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Saya minta para petani bekerja lebih keras lagi. Dengan hasil panen yang lebih banyak, tentu pendapatan meningkat dan bisa memenuhi kebutuhan keluarga,” jelas Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University ini.
Prof. Rokhmin yang menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan tahun 2001-2004, mengingatkan kepada para petani untuk menguatkan ikhtiar dalam bertani dengan mendekatkan diri pada Allah SWT.
“Bapak dan ibu, jangan lupa sholatnya dijalankan lima waktu ditambah dengan tahajud. Ikhtiar bertani juga harus dibarengi dengan ibadah. Jangan lupa yang memberi rejeki itu Allah SWT,” tandas Dosen Teladan I Tingkat Nasional tahun 1995 ini.(Noli/CN)

















