KABUPATEN CIREBON, (CN).-
Peringatan Hari Santri tahun 2026 menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan terhadap lingkungan. Para santri dan pondok pesantren diharapkan ikut terlibat aktif dalam pengelolaan sampah secara mandiri.
“Salah satu poin dari Menteri Agama dalam sambutan memeringati Hari Santri tahun 2026 adalah meningkatkan kecintaan terhadap lingkungan. Amanat ini kami jabarkan melalui kerja sama antara Dinas Lingkungan Hidup dengan santri dan pondok pesantren untuk bersama mengolah sampah secara mandiri di tempat masing-masing,” ungkap Dede Sudiono, S.T., M.Si., Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon.
Menurutnya, kesepakatan dengan santri sangat relevan dengan bunyi “kebersihan adalah sebagian dari iman”. Maka, tepat bila kerja sama dilakukan dengan para santri dan kalangan pondok pesantren.
“Harus diakui, sampah di Kabupaten Cirebon itu sampah banyak. Karena itu, kami mengajak kepada semua elemen untuk bersama mengolah sampah secara mandiri. Jadi, persoalan sampah selesai di tempat. Gerakan ini terus kami dorong ke semua elemen masyarakat,” tambahnya.
Dede Sudiono mengemukakan, jumlah santri dan pondok pesantren di wilayah Kabupaten Cirebon sangat banyak. Ini potensi besar untuk bersama mengatasi masalah sampah di Kabupaten Cirebon.
“Dimulai dari lingkungan kita sendiri, mari kita bersama melakukan pengolahan sampah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Disejumlah desa, ada yang bisa menghasilkan uang dari sampah,” jelasnya, Kamis (22/10/2026).
Dede menambahkan, persoalan sampah merupakan masalah bersama. Semua elemen masyarakat juga jangan membuang sampah secara sembarangan, apalagi ke sungai.
“Sekali lagi kami dari dinas LH mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk mencintai lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan dan bersama mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” pungkasnya.(Noli/CN)

















