Hari Santri, Terus Mengaji dan Kuasai Teknologi

Dr. M. Habib Khaerussani, Pengasuh Pondok Pesantren Akmala Sabila Cirebon.
banner 120x600

KABUPATEN CIREBON, (CN).-
Setiap kali memperingati Hari Santri Nasional (HSN), selalu ingat pada sejarah besar bangsa ini. Hari Santri jadi pengingat lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak lepas dari keringat, dan perjuangan para ulama beserta santri.

Jika dulu santri ikut berperang melawan penjajah, sekarang berjuang merawat moral, membangun kualitas SDM serta menjaga kelestarian lingkungan.

banner 325x300

Dalam pandangan Pengasuh Pondok Pesantren Akmala Sabila Cirebon, Dr. M. Habib Khaerussani, santri modern tetap mengaji, tidak gagap teknologi serta mengikuti perkembangan zaman.

“Santri hari ini bukan hanya mereka yang mahir mengaji kitab, tetapi juga paham teknologi, peduli lingkungan dan menjadi solusi bagi masyarakat sekitar. Dunia media sosial yang kerap dipenuhi narasi provokatif dan bahasa yang kurang santun, santri harus tampil beda,” ujarnya Selasa (22/10/2026).

Pria yang akrab disapa Gus Habib ini, menambahkan, santri pembawa peneduh yang lisannya terjaga, pikirannya terbuka dan perilakunya mencerminkan akhlakul karimah. Ilmu membuat cerdas, tetapi adab dan karakter yang membuat bernilai.

Sebagai bagian tak terpisahkan dari Kabupaten Cirebon, Pondok Pesantren Akmala Sabila, terus berkomitmen untuk tidak sekadar menjadi tempat belajar agama, tetapi motor penggerak kemajuan daerah. Bentuk dukungan nyata Pesantren Akmala Sabila untuk Kabupaten Cirebon meliputi tiga pilar utama.

“3 pilar itu di antaranya mencetak SDM unggul dan berkarakter. Kami menyiapkan generasi muda Cirebon yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi memiliki kedalaman spiritual dan ketahanan moral untuk menghadapi tantangan masa depan,” tandasnya.

Pilar yang kedua, menurut Gus Habib, yakni gerakan pesantren hijau (green campus). Akmala Sabila secara aktif mendukung program pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui edukasi pengelolaan sampah, pengurangan plastik sekali pakai dan penanaman pohon. Lingkungan yang bersih merupakan cerminan iman.

“Pilar ketiga adalah kolaborasi kebangsaan dan pemberdayaan. Pesantren terus bersinergi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan serta elemen masyarakat Cirebon dalam berbagai program kepemudaan, pendidikan dan sosial kemasyarakatan,” imbuhnya.

Dikatakan Gus Habib, HSN momen yang tepat untuk kembali menyatukan langkah agar bisa maju bersama.

“Mari kita jadikan momen ini untuk saling merangkul, memperkuat kepedulian sosial dan berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah. Pesantren Akmala Sabila, terus berikhtiar untuk Kabupaten Cirebon yang lebih sejahtera, berakhlak dan berkemajuan,” tutupnya.(Noli/CN)

banner 400x150

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *