Bupati Cirebon Minta Satpol PP Bergerak ke Tempat Dugem, Larang Keberadaan Pelajar & Mahasiswa

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag
banner 120x600

KABUPATEN CIREBON, (CN).-
Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag., mengatakan, generasi muda harus terhindar dari tempat-tempat hiburan malam.

Diakuinya, tempat hiburan malam dekat dengan minuman beralkohol, obat-obatan terlarang dan narkotika serta pengaruh LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender).

banner 325x300

“Ya, saya dapat laporan ada anak-anak muda di tempat dugem. Ada yang berstatus pelajar dan mahasiswa. Saya minta Satpol PP lakukan pengawasan lebih ekstra. Lindungi anak-anak kita, jangan sampai ada di tempat dugem,” tegas Bupati Imron saat di temui di ruang kerjanya, beberapa hari lalu.

Bupati juga mengingatkan peran penting orangtua dalam menjaga dan mengawasi anak-anaknya. Pemerintah dengan para orangtua harus sinergi untuk sama-sama melindungi anak-anak.

“Tidak bisa pemerintah saja, peran orangtua juga sangat besar. Kita harus bersama menjaga anak-anak, awasi pergaulan mereka,” imbuhnya.

Menurut bupati, pemerintah daerah akan terus berkolaborasi dengan kepolisian dalam menjaga dan melindungi anak-anak muda dari pengaruh negatif.

“Selama ini pemerintah terus kolaborasi dengan kepolisian dan TNI. Ya, nanti Satpol PP lakukan razia bersama polisi dan TNI,” tandasnya.

Terkait moratorium atau pembatasan tempat hiburan malam, bupati menyatakan, hal itu perlu dibicarakan terlebih dahulu dengan DPRD.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Hasan Basori meminta Satpol PP melakukan peningkatan pengawasan terhadap tempat hiburan malam atau tempat dugem.

“Sangat disayangkan kalau ada pelajar dan mahasiswa yang masuk ke tempat hiburan malam. Bagaimanapun tugas mereka kan belajar. Satpol PP harus melakukan tindakan. Saya menilai Satpol PP belum maksimal,” ujarnya saat di temui Jumat (16/10/2026) di gedung DPRD Kabupaten Cirebon.

Dalam pandangan Hasan Basori, menjadi tugas dan kewenangan Satpol PP untuk menindak pelajar maupun mahasiswa yang ada di tempat hiburan malam.

Dirinya menekankan pentingnya menjalankan aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam peraturan daerah dan Satpol PP merupakan pelaksana di lapangan.

“Bagi saya, yang penting itu pengawasan dan pengendalian. Satpol PP tentu paham betul tugas dan tanggung jawab dalam melaksanakan aturan. Saya tentu tidak menghendaki ada banyak anak muda, khususnya pelajar dan mahasiswa, berada di tempat hiburan malam,” ucapnya.

Hal senada disampaikan anggota DPRD, Aan Setiawan. Aan mendesak Satpol PP segera melakukan tindakan nyata di lapangan dalam rangka menyelamatkan generasi muda dari minuman beralkohol, obat-obatan terlarang dan narkotika.

Harus diakui, tempat hiburan malam erat dengan minuman keras (miras) dan narkoba. Anak-anak muda Cirebon harus terhindar dari konsumsi miras dan narkoba.

Aan mendukung adanya pembatasan atau moratorium tempat hiburan malam di Kabupaten Cirebon, khususnya di kawasan Tuparev.

“Untuk di kawasan Tuparev Kedawung, saya pikir sudah cukup banyak tempat hiburan malam. Stop izin baru tempat hiburan malam,” tegasnya.

Aan menyadari Tuparev merupakan kawasan bisnis dan dekat dengan Kota Cirebon. Layaknya pusat kota pada umumnya di daerah lain, memang selalu ada tempat hiburan malam.

“Itu tidak bisa dihindari, yang penting itu pengawasannya. Satpol PP harus melakukan monitoring keberadaan minuman keras, sesuai peraturan yang sudah ditetapkan,” tambah dia.

Sebelumnya diberitakan, hadirnya tempat hiburan malam Helen’s dan Sountbank di Jalan Tuparev, Kabupaten Cirebon, makin menguatkan jalan tersebut menjadi kawasan tempat dugem.

Pantauan media Caruban Nusantara, pasar Helen’s mengarah ke anak-anak muda. Dengan harga minuman yang murah, mampu dijangkau kalangan pelajar dan mahasiswa.

Bukan rahasia umum lagi bila tempat hiburan malam selalu menyuguhkan aneka minuman beralkohol. Masa depan anak muda Cirebon dipertaruhkan atas makin banyaknya tempat dugem.

Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cirebon, Dika Agung Wahyudi mengaku kecewa dan prihatin dengan makin banyaknya tempat hiburan malam.

Apalagi, lanjut dia, bisa dijangkau oleh kalangan pelajar dan mahasiswa. Hal ini sangat dikhawatirkan makin banyak anak muda yang terperosok ke tempat hiburan malam.

“Kita bicara nasib anak muda Cirebon ke depan. Jangan sampai anak-anak muda Cirebon makin banyak yang masuk ke tempat hiburan malam,” pungkasnya.(Noli/CN)

banner 400x150

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *