Tuparev Jadi Kawasan Tempat Dugem di Kabupaten Cirebon, GMNI Soroti Nasib Anak Muda

KABUPATEN CIREBON, (CN).-
Hadirnya tempat hiburan malam Helen’s dan Sountbank di Jalan Tuparev, Kabupaten Cirebon, makin menguatkan jalan tersebut menjadi kawasan tempat dugem.

Pantauan media Caruban Nusantara, pasar Helen’s dan Sountbank mengarah ke anak-anak muda. Dengan harga minuman yang murah, mampu dijangkau kalangan pelajar dan mahasiswa.

Bukan rahasia umum lagi bila tempat hiburan malam selalu menyuguhkan aneka minuman beralkohol. Masa depan anak muda Cirebon dipertaruhkan atas makin banyaknya tempat dugem.

Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cirebon, Dika Agung Wahyudi mengaku kecewa dan prihatin dengan makin banyaknya tempat hiburan malam.

Apalagi, lanjut dia, bisa dijangkau oleh kalangan pelajar dan mahasiswa. Hal ini sangat dikhawatirkan makin banyak anak muda yang terperosok ke tempat hiburan malam.

“Kita bicara nasib anak muda Cirebon ke depan. Jangan sampai anak-anak muda Cirebon makin banyak yang masuk ke tempat hiburan malam,” ujarnya, Selasa (13/10/2026).

Menurut Dika, pemerintah harus melakukan pengawasan sangat ketat dan operasi ke lokasi. Pelajar dan mahasiswa Cirebon yang berada di tempat hiburan patut untuk diperintahkan pulang.

“Kami sangat jarang melihat action dari Satpol PP. Harusnya Satpol PP operasi ke tempat hiburan malam. Bila ada pelajar dan mahasiswa yang dugem, didata dan disuruh pulang. Laporkan juga ke orang tua agar mereka tahu anaknya main ke tempat dugem. Jadi pertanyaan, kenapa Satpol PP diam-diam saja,” sindir ketua GMNI.

Dika kembali mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon untuk menghentikan hadirnya tempat hiburan malam.

“Segera keluarkan pembatasan atau moratorium tempat hiburan malam, sudah stop! Jangan hanya melihat investasi atau sektor pendapatan yang relatif kecil. Tapi, lihat dampaknya yang jauh lebih besar. Generasi muda Cirebon bisa rusak dengan makin banyaknya tempat hiburan malam,” tandas dia.

Ketua GMNI kembali mendesak Pemkab Cirebon melalui instansi terkait untuk melakukan operasi terhadap pelajar dan mahasiswa yang ada di tempat hiburan malam.

Selain itu, dirinya juga melihat tempat hiburan malam menjadi lokasi pesta kaum lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT).

“Informasi makin banyaknya kaum LGBT di tempat hiburan malam semakin kuat dan nyata. Lalu, apa tindakan Pemkab Cirebon? Selama ini diam saja dan cuek, jangan-jangan ada kongkalingkong,” ucapnya.(Noli/CN)

Exit mobile version