Anggota DPR RI Maman Imanulhaq Pimpin Doa Bersama untuk Wartawan

KOTA CIREBON, (CN).-
Anggota Komisi VIII DPR RI, Dr. KH. Maman Imanulhaq dikenal sangat dekat dengan wartawan. Ia juga suka menulis dan membuat opini diberbagai media nasional maupun lokal.

Ketika menerima dan membaca tulisan dari wartawan senior di Cirebon, Yus Firdhaus berjudul “Renungan Duka : 4 Bulan, 4 Sahabat Jurnalis Cirebon Berpulang”, KH. Maman Imanulhaq langsung bereaksi.

Pengasuh Zikir Suluk Mizani ini mendukung untuk digelar doa bersama dan tahlil. Adapun 4 wartawan yang meninggal yakni Taufik Hidayat (Kabar Cirebon, Pikiran Rakyat Grup), Hendra Sumiarsa (Grup Pikiran Rakyat), Irwan Gunawan (fajarsatu.com) dan Puguh Purwandono (e-satu.com).

Tak sekadar mendukung kegiatan tersebut, KH. Maman Imanulhaq memimpin langsung doa bersama dan tahlil yang berlangsung di Masjid Al-Kausar di Balai Kota Cirebon, pada Senin (12/10/2026) malam.

Doa bersama dan tahlil diikuti para wartawan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).

Doa bersama dan tahlil dilakukan setelah Shalat Isya berjamaah. Sebelum doa, KH. Maman menyampaikan, kegiatan ini tak hanya mendoakan 4 wartawan yang meninggal. Tapi, mendoakan para wartawan yang masih terus eksis menjalankan tugas mulia sebagai jurnalis.

“Tugas wartawan itu berat, peran jurnalis itu besar. Wartawan bekerja tak mengenal waktu, pagi, siang, sore dan malam. Wartawan juga bekerja dalam kondisi beragam cuaca, panas maupun hujan. Jurnalis meliput kegiatan diberbagai tempat, terkadang sampai mengejar tempat kejadian di gunung atau hutan dan laut. Kondisi ini membuat kawan-kawan wartawan sering menunda makan, terlena dengan aktivitas yang berlebihan serta mengindahkan menjaga kesehatan demi memburu berita. Mari kita berdoa bersama untuk wartawan Indonesia, khususnya di Cirebon, agar sehat selalu dan dalam menjalankan aktivitasnya dilindungi Allah SWT,” ujar KH. Maman.

KH. Maman menegaskan, kegiatan ini menjadi momen penting untuk menguatkan kebersamaan para wartawan dan meningkatkan kepedulian.

“Penting untuk saling mengingatkan perlunya menjaga kesehatan, teratur makan dan berolahraga. Tak lupa, selalu dekat dengan Allah SWT. Jangan terlalu asyik dan sibuk memburu berita, ada waktunya istirahat,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, KH. Maman juga mengatakan, pers memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi, mengawal kepentingan publik serta menyuarakan persoalan yang butuh perhatian pemerintah dan pemangku kebijakan.

Sejumlah pekerjaan rumah bangsa, lanjut dia, butuh andil jurnalis dan media. Soal su kemiskinan, kesenjangan sosial hingga maraknya kasus kekerasan seksual.

Bagi KH. Maman, pers yang kritis dan bertanggung jawab adalah fondasi utama guna melahirkan sistem demokrasi yang sehat.

Kendati tantangan demokrasi dan jurnalistik ke depan terbilang berat, Maman tetap optimistis ketika melihat keteguhan serta integritas yang ditunjukkan para kuli tinta dalam mengawal kepentingan masyarakat.

Maman juga menyoroti sejumlah persoalan mendasar bangsa yang masih perlu penanganan serius, mulai dari kemiskinan, ketimpangan sosial hingga kekerasan termasuk kekerasan seksual.

Persoalan tersebut membutuhkan demokrasi yang kuat. Demokrasi yang kuat mensyaratkan pers yang tetap kritis dan bertanggung jawab dalam menjalankan fungsinya.(Noli/CN)

Exit mobile version