Bupati Cirebon Minta Orangtua Jangan Asyik Main HP, Ajak Anak Belajar dan Baca Buku

KABUPATEN CIREBON, (CN).-
Anak-anak harus dibatasi dalam menggunakan handphone (HP) saat di rumah. Usai Maghrib atau setelah Isya merupakan momen baik bagi orangtua untuk mengajak anak belajar.

“Jangan hanya bisa menyuruh anak untuk belajar, sementara orangtua asyik main HP. Stop menggunakan HP usai Shalaf Maghrib atau setelah Isya. Ajak anak belajar, orangtua wajib mendampingi. Biasakan anak-anak kita membaca buku,” tandas Drs. H. Imron, M.Ag., Bupati Cirebon.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Imron saat membuka Festival Literasi Kabupaten Cirebon tahun 2026 yang berlangsung Selasa (22/9/2026) di Gedung Perpustakaan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cirebon.

Hadir dalam kesempatan itu di antaranya Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, H. Hendra Nirmala, S.Sos., M.Si., Bunda Literasi Kabupaten Cirebon, Dra. Hj. Nunung Roosmini, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Mohamad Fery Afrudin, S.STP., dan sejumlah kepala dinas.

Bupati Imron menambahkan, gemar membaca harus terus dilakukan oleh semua elemen, bukan hanya anak-anak saja.

“Presiden Prabowo mencanangkan Indonesia Emas 2045. Untuk itu, kita cetak generasi berkualitas dengan membiasakan anak-anak rajin belajar dan gemar membaca. Untuk menguasai dunia, anak-anak kita harus punya ilmu pengetahuan yang mumpuni,” tambah bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati Imron juga meresmikan kafe literasi yang berada di lokasi Gedung Perpustakaan. Kafe Literasi menjadi tempat bagi masyarakat untuk membaca, dalam suasana yang lebih terbuka dan santai.

“Saya apresiasi adanya kafe literasi, jadi masyarakat bisa baca buku sambil ngopi. Tempatnya juga terbuka, lebih santai,” ucapnya.

Sementara itu, Fery Afrudin menjelaskan, Festival Literasi Kabupaten Cirebon digelar pada 22-24 September 2026 dengan diisi beragam kegiatan.

“Ada bazar buku, lomba literasi, lomba bertutur, lomba pembuatan resensi, story telling, literasi run, kampanye literasi, bagi-bagi buku, baca buku bareng dan ditambah dengan pagelaran seni budaya,” terangnya.

Fery mengemukakan, Festival Literasi bertujuan meningkatkan minat dan budaya baca masyarakat, mendorong kreativitas dan inovasi masyarakat melalui kegiatan literasi, mendukung upaya peningkatan IPLM dan TKM serta memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang belajar, berkarya, berinovasi dan berkolaborasi.(Adit/CN)

Exit mobile version