KOTA CIREBON,.(CN).-
Seluruh masyarakat Kota Cirebon harus mendapat layanan air bersih dari PDAM Giri Nata. PDAM Giri Nata juga dituntut bisa berkembang dan menjadi perusahaan daerah yang maju.
“Memimpin PDAM itu tidak mudah, justeru tugas berat. Kepada Pak Andri Satria dan Pak Agung Astija, jalankan amanah dengan baik. Layani warga Kota Cirebon dalam pemenuhan kebutuhan air bersih. Pada 5-10 tahun ke depan, saya ingin 100 persen warga Kota Cirebon sudah mendapat layanan air bersih,” ujar Effendi Edo, Wali Kota Cirebon.
Hal ini disampaikan Wali Kota Cirebon saat melantik Andri Satria sebagai Direktur Utama PDAM Tirta Giri Nata dan Agung Astija menjadi Direktur Umum PDAM Tirta Giri Nata.
Acara pelantikan dan pengambilan sumpah berlangsung Senin (31/8/2026) di Ruang Adipura Kantor Wali Kota Cirebon di Jalan Siliwangi.
Hadir Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio, Sekda Iing Daiman, para pejabat di Pemerintahan Kota Cirebon serta perwakilan Polri/TNI.
Wali Kota Effendi Edo meminta jajaran direktur, dewan pengawas dan pegawai PDAM Tirta Giri Nata untuk berjalan bersama membesarkan perusahaan daerah tersebut.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar, sehingga warga Kota Cirebon harus terlayani dengan baik. Masih banyak warga yang belum terlayani kebutuhan air bersih, ini jadi tugas dan pekerjaan rumah bagi direktur baru bersama jajarannya, di PDAM Tirta Giri Nata,” tandasnya.
Secara khusus, Wali Kota Cirebon berharap istri-istri jajaran direksi PDAM memberikan dukungan kepada para suaminya dalam menjalankan amanah tersebut.
“Buat Ibu Andri Satria dan Ibu Agung Astija, dukung suaminya ya. Sekarang Pak Andri dan Pak Agung mendapat amanah berat. Bantu mereka agar lancar dan berhasil dalam menjalan tugas,” lanjut wali kota.(Noli/CN)
