Kunjungi Albany Shellfish Hatchery Australia, Prof. Rokhmin Sampaikan Pentingnya Pengembangan Industri Akuakultur di Indonesia

banner 120x600

INTERNASIONAL, (CN).-

Anggota DPR RI yang juga Guru Besar Ilmu Kelautan dan Perikanan IPB University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., menyampaikan pentingnya pengembangan industri akuakultur di Indonesia.

banner 325x300

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan tahun 2001-2004 ini, Indonesia memiliki sumber daya kelautan dan perikanan yang sangat besar serta potensi untuk menjadi salah satu kekuatan utama akuakultur dunia.

Namun, lanjut Prof. Rokhmin, kekayaan alam tersebut tidak secara otomatis menghasilkan kemakmuran tanpa didukung oleh industrialisasi, modernisasi teknologi, investasi yang tepat serta rantai nilai yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Hal tersebut disampaikan di sela mengunjungi Albany Shellfish Hatchery di Western Australia, belum lama ini. Kunjungan ini untuk melihat secara langsung penerapan sains dan teknologi modern dalam pengembangan akuakultur.

Hatchery yang telah beroperasi sejak 2017 ini memproduksi benih tiram (oyster), simping (scallop) dan kerang (mussel) berkualitas tinggi untuk mendukung rantai pasok akuakultur di kawasan tersebut.

Kunjungan ini memberikan pembelajaran berharga mengenai bagaimana sebuah hatchery modern mengintegrasikan teknologi dalam seluruh sistem produksinya, mulai dari pengelolaan kualitas air dan budidaya mikroalga sebagai pakan alami hingga operasional pembenihan, biosekuriti dan standardisasi produksi.

Bagi Prof. Rokhmin, pendekatan berbasis sains dan teknologi maju tersebut memberikan pelajaran penting bagi Indonesia.

Pengembangan industri akuakultur yang berdaya saing tidak cukup hanya mengandalkan kelimpahan sumber daya alam. Dibutuhkan SDM yang unggul dan terampil, inovasi berkelanjutan, teknologi modern, tata kelola yang baik serta integrasi yang kuat di sepanjang rantai nilai.

Anggota Komisi IV DPR RI ini, menegaskan, pengembangan akuakultur tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan volume produksi.

Akuakultur juga harus mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, mutu dan keamanan produk, nilai tambah, keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan para pembudidaya dan masyarakat pesisir.

Penguatan teknologi hatchery menjadi sangat penting karena benih berkualitas merupakan salah satu fondasi keberhasilan usaha budidaya.

Hal tersebut harus didukung oleh sistem pakan yang andal, biosekuriti yang efektif, pemantauan lingkungan, industri pengolahan, logistik, akses pasar serta penerapan sains dan inovasi pada setiap tahapan produksi.

Melalui pertukaran pengetahuan internasional dan pembelajaran lapangan seperti kunjungan ini, Prof. Rokhmin mendorong Indonesia untuk terus mengadopsi dan mengadaptasi praktik-praktik terbaik dunia sesuai dengan kondisi ekologi, sosial dan ekonomi Indonesia.

“Masa depan ekonomi biru Indonesia sangat ditentukan oleh kemampuan kita mentransformasikan sumber daya kelautan menjadi kegiatan ekonomi bernilai tambah tinggi, berdaya saing dan berkelanjutan melalui penguasaan sains, teknologi, inovasi serta SDM berkelas dunia,” tandasnya.

Dengan kebijakan yang tepat dan implementasi yang konsisten, akuakultur dapat menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, penguatan ketahanan pangan dan gizi, peningkatan devisa ekspor serta terwujudnya kesejahteraan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.(Noli/CN)

banner 400x150

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *