Prof. Rokhmin Resmikan Tempat Wudhu dan Fasilitas Kebersihan di MWC NU Kec. Gebang

KABUPATEN CIREBON, (CN).-
Gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, kini dilengkapi fasilitas kebersihan yang lebih representatif.

Selain itu, tempat wudhu juga telah diperbaiki. Pencapain ini tidak lepas sumbangsih para donatur, terutama Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., anggota DPR RI yang merupakan putra Gebang.

Anggota Komisi IV DPR RI ini donatur utama dalam pembangunan tempat wudhu dan fasilitas kebersihan (toilet dan kamar mandi) di gedung MWC NU Gebang. Politisi PDI Perjuangan ini pun membantu satu set pompa air.

Pada Sabtu (11/7/2026), Prof. Rokhmin yang merupakan Menteri Kelautan dan Perikanan tahun 2001-2004, meresmikan keberadaan fasilitas-fasilitas baru tersebut.

Peresmian dilakukan bersama jajaran pengurus MWC NU Kecamatan Gebang, para kiai, ulama, pemerintah kecamatan dan desa. Hadir pula dari TNI, Polri, tokoh pemuda dan elemen masyarakat lainnya.

Dalam kesempatan itu, sekaligus dilakukan pelantikan pengurus MWC Nahdlatul Ulama Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon. Hadir pengurus NU Kabupaten Cirebon dan ulama sepuh.

Dalam sambutannya, Prof. Rokhmin merasa bersyukur bisa berbuat nyata untuk masyarakat Gebang. Sebagai anggota Komisi IV DPR RI, dirinya bisa membawa banyak program pusat untuk masyarakat di daerah.

“Tolong dijaga fasilitas yang sudah baik ini, kondisinya harus terus bersih dan wangi. Jangan sampai kurang dirawat, nanti kotor dan rusak. Kebersihan itu sebagian dari iman, ini prinsip hidup esensial dalam Islam yang mengajarkan menjaga kebersihan lahir dan batin adalah cerminan ketakwaan seseorang,” jelas Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kelautan dan Perikanan ini.

Prof. Rokhmin mengharapkan, MWC NU Kecamatan Gebang lebih bersemangat dalam melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan, sosial dan kemasyarakatan.

Tak terkecuali, lanjut guru besar IPB University ini, dalam membina generasi muda yang berakhlakul karimah. Dalam membangun generasi muda berakhlakul karimah memerlukan pendekatan holistik, mulai dari penanaman akidah yang kuat di lingkungan keluarga, penguatan pendidikan karakter di institusi pendidikan seperti pondok pesantren, hingga bimbingan bijak dalam menggunakan teknologi agar terhindar dari dampak negatif globalisasi.(Noli/CN)

Iklan Premium • 01 Juni 2026
Exit mobile version