Layanan Lost and Found KAI Daop 3 Cirebon Amankan Ratusan Barang Tertinggal Bernilai Ratusan Juta

banner 120x600

KOTA CIREBON, (CN).-
PT. Kereta Api Indonesia (KAI) terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jasa kereta api. Tidak sebatas pelayanan pengangkutan orang atau barang agar selamat, aman dan nyaman sampai tempat tujuan, tapi juga memberikan Layanan Lost and Found.

Layanan Lost and Found yakni pelayanan kepada pengguna jasa kereta api yang kehilangan atau ketinggalan barang di dalam kereta api atau di lingkungan stasiun.

banner 325x300

Menurut Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, layanan Lost and Found KAI Daop 3 Cirebon dilaksanakan para petugas yang mempunyai tanggung jawab dan berintegritas tinggi, sehingga dapat memberikan rasa tenang kepada penumpang kereta yang mengalami kehilangan atau ketinggalan barang yang sangat memungkinkan untuk bisa ditemukan lagi.

 

“Bagi para pengguna jasa kereta yang merasa kehilangan barang, baik saat di dalam kereta api maupun di sekitar lingkungan stasiun, dapat melaporkan barang yang hilang kepada kondektur yang sedang berdinas di dalam kereta atau petugas pengamanan Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) yang sedang berdinas di stasiun, serta dapat melalui Contact Center KAI 121,” jelas Muhibbuddin.

Setelah penumpang melaporkan kehilangan barang, selanjutnya KAI akan melakukan pencarian. Bila barang dapat ditemukan saat itu juga, akan langsung dikembalikan. Jika barang belum bisa ditemukan, akan dilakukan konfirmasi melalui telepon kepada pelapor terkait progres penanganan barang hilang.

Dalam hal penemuan barang di dalam KA atau di lingkungan stasiun, KAI akan langsung memberikan pengumuman atas penemuan barang melalui pengeras suara. Jika setelah dilakukan pengumuman tidak ada pihak yang mengambil barang, maka barang akan disimpan di pos pengamanan stasiun. Selanjutnya barang yang ditemukan akan diberi label, serta diverifikasi dan diinput datanya ke dalam Database Lost and Found yang dimiliki KAI.

“Dengan melakukan penginputan barang temuan tersebut ke dalam Database Lost and Found, diharapkan dapat mempermudah dalam pencarian barang hilang sesuai dengan ciri maupun spesifikasi barang yang telah dilaporkan oleh para penumpang maupun calon penumpang KA. Sistem pendataan lost and found KAI sudah terhubung secara online dan bisa diakses di berbagai stasiun, sehingga pelapor yang merasa kehilangan barang dapat melaporkan barang tersebut di seluruh stasiun,” paparnya.

Dari Januari 2026 hingga 20 Juni 2026, KAI Daop 3 Cirebon telah mencatat 438 kasus penemuan barang tertinggal baik di stasiun maupun di dalam rangkaian KA. Jenis barang yang tertinggal mulai dari laptop, tablet, nintendo switch, koper, dompet, surat-surat penting, uang tunai, ponsel, smartwatch hingga emas. Nilai estimasi barang tersebut mencapai Rp 477.514.000 juta rupiah. Seluruh penemuan barang tertinggal telah dikembalikan kepada pemiliknya.

“Tidak hanya respon cepat, integritas yang tinggi juga wajib dimilki oleh para petugas KAI di lapangan. Berkat integritas dan kesigapan para petugas, barang yang tertinggal di kereta dapat ditemukan dan kembali ke tangan pemilik dengan utuh,” imbuhnya.

Sebagai salah satu moda transportasi favorit bagi masyarakat, KAI mengimbau para penumpang agar tidak membawa barang bawaan yang berlebihan dan menjaga barang bawaannya agar tidak tertinggal di stasiun maupun dalam rangkaian kereta. (Noli/CN)

banner 400x150

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *