Ratusan Warga Palimanan Cirebon Ikuti Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Prof. Rokhmin: Harus Dijalankan dalam Kehidupan Sehari-hari

KABUPATEN CIREBON, (CN).-
Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika merupakan 4 pilar yang menjadi soko guru atau tiang penyangga yang kokoh bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Keempat pilar tersebut harus dipahami dan dihayati oleh seluruh rakyat Indonesia sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara, demi memperkuat jati diri bangsa, persatuan serta kemajuan Indonesia

“Kami para anggota MPR RI terus melakukan sosialisasi 4 pilar, serta memastikan nilai-nilai fundamental ini tetap hidup dan menjadi pedoman. Tidak hanya dipahami secara teori tetapi dipraktikkan dalam keseharian,” tegas Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., anggota MPR-DPR RI dari PDI Perjuangan.

Penegasan tersebut disampaikan Prof. Rokhmin saat melakukan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Palimanan Barat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Sosialisasi berlangsung Rabu (24/12/2025), diikuti sedikitnya 200 warga dari berbagai elemen. Hadir juga pejabat dari kecamatan dan kuwu di Kecamatan Gempol.

Prof. Rokhmin yang merupakan Menteri Kelautan dan Perikanan tahun 2001-2004 ini menerangkan, setiap anggota MPR RI mempunyai tugas melakukan sosialisasi 4 pilar, memasyarakatkan dan mengamalkan.

“Materi 4 pilar terus disosialisasikan agar dipahami dan dihayati oleh seluruh rakyat Indonesia sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara, demi memperkuat jati diri bangsa, persatuan serta kemajuan Indonesia,” terang Rektor Universitas UMMI Bogor ini.

Ia mengungkapkan, Sosialisasi 4 Pilar MPR RI dimaksudkan untuk menyebarkan pemahaman tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pilar kebangsaan. Tujuannya memperkuat wawasan kebangsaan, nasionalisme dan karakter bangsa di seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda.

Prof. Rokhmin kembali menekankan pentingnya menjadi persatuan, kesatuan, saling menghormati dan menghargai sesama warga negara.

Perbedaan suku, agama, ras dan golongan, merupakan kekuatan yang dimiliki Indonesia. Keberagaman itu dibalut dalam persatuan dan kesatuan bangsa.

“Meski ada perbedaan tetapi semuanya hidup saling menghormati dan menghargai. Setiap individu harus bertakwa dan meyakini agama maupun kepercayaannya masing-masing, jadi tidak perlu diperdebatkan. Selain itu, jangan saling menghina. Beriman dan bertakwa menurut agamanya masing-masing, itulah indahnya hidup di Indonesia,” ujar anggota Komisi IV DPR RI ini.

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University ini meminta setiap anak bangsa agar memiliki etos kerja tinggi, unggul, disiplin, rajin, ulet, memiliki akhlak mulia, jujur dapat dipercaya, cerdas dan visioner. Hal penting yang tidak boleh dilupakan adalah sabar dan bersyukur.(Noli/CN)

Exit mobile version