KABUPATEN CIREBON, (CN).-
Puluhan petani tambak garam di Kabupaten Cirebon mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Hilirisasi Ekspor Produk Perikanan yang digelar Badan Karantina Indonesia (Barantin) dengan didukung anggota DPR RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S.
Acara yang berlangsung di Hotel Grage Cirebon pada Selasa (23/12/2025), dihadiri Direktur Manajemen Risiko Karantina Ikan Barantin, Sugeng Sudiarto, Kabalai Besar KHIT DKI Jakarta, Amir Hasannudin, Kabalai KHIT Jawa Barat, Cahyono, Katimja Garam KKP, M. Dzaki dan Andri Melasa, Sekdis DKPP Kab. Cirebon.
Garam merupakan salah satu produk hasil sektor perikanan dan Kabupaten Cirebon termasuk daerah yang memiliki potensi cukup besar. Bimtek Hilirisasi Ekspor Produk Perikanan mengambil studi kasus industri garam di Kabupaten Cirebon.
Kabalai Besar KHIT DKI Jakarta, Amir Hasannudin menyampaikan terima kasih kepada Prof. Rokhmin yang memberi perhatian besar terhadap petani dan industri garam.
“Bimtek kali ini upaya membangun kebersamaan dan sinergi untuk meningkatkan industri garam, khususnya di Kabupaten Cirebon. Pesan saya ketika kita bicara ekspor tentu garamnya harus berkualitas dan juga kuantitas,” ujarnya.
Prof. Rokhmin juga meminta para petani memperhatikan produktivitas, menjaga kualitas garam, produksi konsisten, harga mampu bersaing dan ramah lingkungan.
“Para petani tambak garam harus bersyukur karena bisa mendapat bimbingan teknis dari Badan Karantina Indonesia. Saya pastikan para pematerinya sangat mumpuni dan berkualitas. Jadi, ikuti dan simak dengan baik materi yang disampaikan. Ini upaya meningkatkan produktivitas garam demi kesejahteraan,” tandas Prof. Rokhmin, yang pernah menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan tahun 2001-2004 ini.
Diakui Prof. Rokhmin, potensi garam yang dimiliki Kabupaten Cirebon sangat besar. Tapi, produktivitas masih belum maksimal sehingga pendapatan petani garam juga masih rendah.
“Bimtek ini ikhtiar untuk membangkitkan dan meningkatkan industri garam di Kabupaten Cirebon. Saya berharap ke depan produksi garam lebih banyak dan berkualitas baik,” pungkas tokoh yang menjabat Rektor Universitas UMMI Bogor serta Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University ini.(Noli/CN)
