Prof. Rokhmin Minta Pers Ikut Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Bangsa

KOTA CIREBON, (CN).-

Pers mempunyai peran sangat penting terhadap kemajuan sebuah negara dan sangat bisa mendorong pertumbuhan ekonomi lewat karya jurnalistiknya.

“Peranan media sangat besar, bagian dari pilar bangsa. Maka, pers Indonesia harus terus tumbuh dengan baik dan wartawannya sejahtera,” tandas Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Cirebon-Indramayu.

Hal tersebut disampaikan Prof. Rokhmin saat menjadi pembicara utama pada Pelatihan Jurnalistik dan Orientasi Kewartawanan & Keorganisasian (OKK) yang digelar PWI Kota Cirebon pada Rabu (19-20/11/2025), di Mal Pelayanan Publik Kota Cirebon, Gedung DKUKMPP di Jalan Cipto.

Pelatihan jurnalistik dan OKK diikuti sedikitnya 50 orang wartawan dari berbagai media dan daerah. Ada dari Kabupaten Cirebon, Kuningan, Indramayu, Bekasi, Subang dan tentu saja Kota Cirebon.

Acara dibuka Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cirebon, M. Alif Santosa, S.H. Para peserta juga diberi pembekalan tentang ilmu jurnalistik dari wartawan senior, Irwan Nurudin serta M. Noli Alamsyah.

Lebih lanjut Prof. Rokhmin yang merupakan Menteri Kelautan dan Perikanan tahun 2001-2004 meyakinkan bahwa kerja wartawan sangat mulia.

“Wartawan adalah pembawa informasi tentang ilmu pengetahuan dan teknologi, perkembangan ekonomi, politik, hukum dan sebagainya. Kolaborasi antara eksekutif, legislatif, kalangan usaha (swasta), wartawan dan berbagai elemen lainnya akan mewujudkan Indonesia Emas 2045,” papar Guru Besar di IPB University ini.

Putra asli Gebang, Cirebon, Prof. Rokhmin menginginkan para wartawan dapat menyuguhkan berita-berita yang mencerdaskan.

“Sampaikan berita tentang keunggulan Cirebon-Indramayu ke dunia luar, agar bisa menarik investor. Sinergi dengan pemerintah, namun jangan lupakan kontrol sosialnya. Media dan wartawan harus tetap kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang tidak pro rakyat,” lanjut pakar kelautan internasional ini.

Prof. Rokhmin mengingatkan, kontrol sosial lewat berita kritis harus tetap berpegang pada Kode Etik Jurnalistik dan berpegang teguh pada UU Pers no. 40 tahun 1999.

“Kritis boleh dan harus, tapi apa yang disampaikan tentu sesuai data dan fakta. Bila ada berita pertentangan dua belah pihak, maka kedepankan cover both side yang artinya harus seimbang serta tidak memihak,” jelas Rektor UMMI Bogor ini.

Prof. Rokhmin berpesan kepada para wartawan agar terus rajin membaca untuk menambah pengetahuan dan wawasan.

“Pers punya kewajiban untuk ikut mencerdaskan anak bangsa. Pers juga ikut mendorong dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam berbagai sektor kehidupan,” pungkasnya.(Noli/CN)

Iklan Premium 10 November 2025
Exit mobile version