KABUPATEN CIREBON, (CN).-
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Kontraktor Konstruksi Indonesia (DPD AKKI) Kabupaten Cirebon, Hartono Supadi siap diusung menjadi ketua KONI jika terjadi kekosongan posisi ketua.
“Kemelut di tubuh KONI Kabupaten Cirebon masih belum selesai. Sejumlah pengurus inti sudah mundur. Pengurus cabang olah raga (cabor) juga menyampaikan mosi tidak percaya terhadap Sutardi selaku ketua KONI. Jika nanti terjadi musyawarah olahraga kabupaten/kota (musorkab) luar biasa, kami siap mengusung Hartono,” tandas Jajuli Bewok, tokoh bola voli Kabupaten Cirebon.
Menurut pria yang lama berkiprah di Kabupaten Cirebon ini, KONI harus segera dibenahi. Pembenahan KONI diawali dengan musorkab luar biasa untuk memilih ketua baru.
“Saya membaca persoalan di KONI hanya bisa diselesaikan dengan menggelar musorkab luar biasa dulu, kemudian memilih ketua baru. Kalau kemelut yang terjadi terus berlarut-larut, KONI makin terpuruk. Maka, saya sarankan Sutardi untuk legowo mundur saja. Lebih baik mundur daripada diturunkan,” ucap pria yang dikenal kerap bersuara lantang ini.
Hal senada disampaikan Ketua Umum LSM GERAM, Kasudin. Dalam pandangan pria yang akrab disapa Kuwu Bagreg, masalah yang terjadi di KONI tidak bisa dibiarkan terus.
“Kasian atlet, pelatih, pengurus cabor dan pengurus KONI, karena semuanya pasti terkena dampak dari kemelut yang terjadi di pengurus KONI. Saya sepakat dengan Jajuli, sebaiknya Sutardi mundur saja,” ucapnya.
Kemelut di KONI Kabupaten Cirebon terus memburuk. Posisi Sutardi sebagai ketua KONI pun makin terjepit. Kemelut di KONI berawal dari mundurnya sejumlah pengurus. Para pengurus yang mundur termasuk jajaran inti di tubuh KONI.
Mereka antara lain Dudi Suryadarma (sekretaris I), Denny Supdiana (wakil ketua II), Sugeng Darsono (wakil ketua I), Yayat Ruhiyat (dewan pembina), Fajar Sutrisno (bidang perencanaan, program dan anggaran), Galih Yuana Darmanto Utomo (bidang hukum) dan Asep Kurnia (bidang perencana, program dan anggaran).(Andi/CN)

















