Komisi IV DPRD Ingatkan Disdik soal Peningkatan Kualitas SDM di Kabupaten Cirebon

banner 120x600

KABUPATEN CIREBON, (CN).-
Sektor pendidikan memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Cirebon.

“SDM unggul, berprestasi, berkualitas dan berkarakter, sangat dibutuhkan untuk mendukung agenda pembangunan diberbagai sektor di Kabupaten Cirebon,” tegas Muchyidin, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon.

banner 325x300

Pernyataan tersebut disampaikan Muchyidin dalam rapat kerja Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon bersama Dinas Pendidikan (Disdik) untuk membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025, pada Selasa (7/4/2026).

Menurut Muchyidin, rapat bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan pendidikan di Kabupaten Cirebon.

Anggota Komisi IV, Nurholis memberi apresiasi terhadap sejumlah kebijakan Disdik, khususnya terkait penguatan pendidikan keagamaan di tingkat sekolah dasar (SD).

“Saya mendukung kebijakan yang mendorong penguatan nilai-nilai keagamaan kepada anak-anak sejak dini,” ujarnya.

Nurholis menyambut baik keputusan Disdik yang menangguhkan sementara implementasi sekolah lima hari. Kebijakan itu berpotensi memengaruhi keberlangsungan kegiatan pendidikan di madrasah diniyah (MD).

DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Cirebon memiliki perhatian khusus terhadap keberadaan MD, yang bahkan telah diatur dalam peraturan daerah (perda) tersendiri.

Meski demikian, Nurholis menilai masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dibenahi oleh Disdik, terutama terkait optimalisasi penggunaan anggaran pendidikan agar memberikan manfaat maksimal.

Sementara itu, Kepala Disdik Kabupaten Cirebon, Ronianto dalam paparannya menyampaikan pada tahun 2025 pihaknya memperoleh alokasi anggaran yang cukup besar.

“Dari total APBD sebesar Rp 4,2 triliun, Disdik mendapatkan alokasi sekitar Rp 1,5 triliun. Namun, sebesar Rp 1,2 triliun di antaranya merupakan belanja pegawai,” jelasnya.

Dengan alokasi tersebut, Disdik berupaya menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan melalui peningkatan sarana dan prasarana, kesejahteraan tenaga pendidik, prestasi siswa serta penguatan program pendidikan karakter.

Salah satu program unggulan yang tengah didorong adalah “Sholdadu” (Shalat Dhuha dan Dhuhur), yang dianjurkan untuk diterapkan ditingkat sekolah dasar sebagai bagian dari pembiasaan karakter religius.

“Di tengah derasnya arus informasi digital, penguatan pendidikan karakter melalui pembiasaan aktivitas keagamaan menjadi sangat penting,” kata Ronianto.

Ia berharap DPRD dapat turut berperan aktif dalam memantau pelaksanaan program tersebut di sekolah-sekolah.

Selain itu, Disdik akan melanjutkan program Imran atau hafalan juz 30 selama enam bulan pada tahun 2026 sebagai upaya memperkuat karakter positif siswa, khususnya di tingkat sekolah dasar.(Noli/CN)

banner 400x150

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *