Wali Kota Cirebon Pantau Perbaikan Jembatan Lebakngok

banner 120x600

KOTA CIREBON, (CN).-
Perbaikan jembatan di Lebakngok, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, mendapat perhatian dari Wali Kota Cirebon, Effendi Edo.

Wali kota pun datang ke lokasi untuk melihat langsung pekerjaan yang sedang dilakukan, sekaligus memastikan prosesnya sesuai rencana.

banner 325x300

Dalam kunjungan pada Selasa (3/3/2026), Wali Kota Cirebon bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro serta para pejabat di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cirebon.

Fokus utama saat ini pengalihan arus sungai yang selama ini menghantam dinding tanah di sisi jalan.

“Hari ini saya melihat kondisi pengerjaan yang dilakukan teman-tiba BBWS dan DPRKP serta DPUPR. Alhamdulillah, kami melihat sendiri sudah ada hampir 100 meter penanggulan alur sungai untuk dialihkan alirannya ke arah sisi kiri,” kata Effendi Edo.

Menurutnya, pembuatan tanggul untuk memindahkan aliran sungai sangat krusial agar tidak lagi memberikan tekanan langsung pada konstruksi jalan yang saat ini mengalami longsor.

Dirinya optimistis koordinasi beberapa lembaga akan membuahkan hasil maksimal dalam waktu dekat agar mobilitas warga kembali normal.

“Semoga ke depan tidak lagi menghantam kondisi jalan yang ada saat ini longsor. Mudah-mudahan dalam beberapa Minggu ke depan ini sudah selesai semua. Untuk perbaikan jalan maupun pembuatan sandaran oleh DPRKP dan DPUPR, mudah-mudahan Minggu ini sudah bisa jalan karena kita masih menunggu proses administrasi pengadaan barang dan jasanya selesai dulu,” tambahnya.

Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen untuk terus memantau perkembangan di lapangan setiap harinya. Sinergi antara normalisasi sungai oleh BBWS dan perbaikan infrastruktur jalan oleh pemkot diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi keamanan dan kenyamanan warga di sekitar Lebakngok.

Sementara itu, Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro menerangkan, tantangan utama di lapangan yakin akses alat berat. Kondisi medan yang curam membuat tim harus melakukan rekayasa lahan terlebih dahulu sebelum memulai normalisasi sungai.

“Alat berat sebenarnya sudah sampai sejak Jumat kemarin. Namun, ada kendala akses masuk ke sungai karena medannya terlalu curam. Jadi alat beratnya membuat jalan sendiri dulu, diratakan dan dilandaikan, baru bisa masuk ke sungai dan lewat kolong jembatan menuju lokasi titik pengerjaan,” papar Dwi Agus Kuncoro.

Pengerjaan ini ditargetkan selesai pada April mendatang. Skema teknis yang dilakukan adalah dengan menumpuk sedimen di tebing sebelah kiri guna memperkuat struktur yang tergerus, sekaligus meluruskan arah arus agar mengalir tepat ke kolong jembatan, bukan menghantam tebing di sisi kanan atau kiri.

“Tujuannya jelas untuk mengarahkan arus agar lurus ke depan, sehingga daya rusaknya kecil. Pengerjaan ini mencakup sekitar 50 sampai 100 meter ke arah hulu. Nanti setelah arus stabil, penguatan tebing permanen akan dilanjutkan oleh teman-teman dari pemerintah kota,” ucapnya.

Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung memberi catatan penting mengenai perilaku alamiah sungai. Fenomena sedimentasi adalah hal yang tidak bisa dihindari dan kemungkinan besar akan terulang dalam siklus beberapa tahun ke depan. Karena itu, masyarakat harus turut menjaga akses jalan bagi alat berat di sekitar sungai.(Noli/CN)

banner 400x150

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *