KABUPATEN CIREBON, (CN).-
Anggota DPR RI, Prof Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., menyampaikan keprihatinan yang sangat mendalam atas musibah banjir yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Cirebon.
Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University ini menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga hutan, sungai dan kebersihan lingkungan masing-masing.
“Jaga alam ini, jangan dirusak! Bencana alam yang terjadi saat ini karena alam telah dirusak. Deforestasi adalah salah satu penyebab utama banjir. Di Jawa Barat, tutupan hutan saat ini hanya sekitar 17 persen. Kondisi ini jauh di bawah ambang ideal minimal 30 persen untuk menjaga keseimbangan sistem hidrologi,” jelas Rektor Universitas UMMI Bogor ini saat meninjau banjir di wilayah Sumber, Kabupaten Cirebon, pada Rabu (24/12/2025).
Anggota Komisi IV DPR RI ini meninjau wilayah terdampak banjir bersama Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag., bersama para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon.
Prof. Rokhmin Dahuri mengatakan, pihaknya bersama Bupati Cirebon dan telah bergerak cepat memastikan penanganan banjir berjalan optimal.
Musibah banjir harus menjadi pembelajaran bersama karena peristiwa serupa terus berulang, tidak hanya di Kabupaten Cirebon tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia.
Ketua DPP PDI Perjuangan ini menekankan pentingnya perbaikan pengelolaan daerah aliran sungai, pembersihan saluran air serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Harus disegerakan penataan sempadan sungai, normalisasi alur, serta pengerukan sedimen untuk mempercepat surutnya genangan,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan tahun 2001-2004 ini.
Ia menandaskan, banjir tidak dapat dipandang sebagai persoalan sesaat. Diperlukan pemetaan akar masalah secara menyeluruh, terutama terkait degradasi lingkungan dan deforestasi.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi dan pusat perlu ditingkatkan lagi, tentu didukung legislatif. Sinergi ini merupakan langkah cepat dalam memperkuat penanganan darurat sekaligus mendorong solusi jangka panjang guna menekan risiko banjir ke depan.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Ikin Asikin menyebut, banjir terjadi ditujuh kecamatan dengan total 24 desa terdampak
“Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun sejumlah rumah warga mengalami kerusakan akibat kemasukan air. Pengungsi tercatat sekitar 56 jiwa dan bersifat sementara. Saat ini seluruh genangan telah surut,” paparnya.(Noli/CN)

















