KABUPATEN CIREBON, (CN).-
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon mengajak kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam membuang sampah dan memilahnya.
Sampah organik dan anorganik hendaknya dipisah, dimulai dari sampah di rumah tangga, perkantoran maupun pabrik. Selain itu, terus dikurangi dalam penggunaan plastik.
“Perlu terus ditingkatkan kesadaran dalam membuang sampah, jangan di sembarang tempat. Masih ada yang membuang sampah di lahan kosong, pinggir jalan dan sungai. Berdasarkan laporan dari Dinas Lingkungan Hidup, ada 40 tempat sampah liar. Sebanyak 22 titik di wilayah barat dan 18 di timur, ini baru data sementara,” ungkap Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman.
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) H. Agus atau akrab disapa Jigus pada acara Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPNS) tingkat Kabupaten Cirebon yang berlangsung Jumat (10/4/2026) di Taman Kota Sumber.
Acara dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, H. Hendra Nirmala dan para kepala OPD (organisasi perangkat daerah). Dalam kesempatan itu, dilakukan gerakan bersama dan serentak melakukan bersih-bersih lingkungan perkantoran.
Bersih-bersih lingkungan juga dilakukan di kantor kecamatan, kelurahan, desa, UPT, sekolah dan lingkungan sekitar pemerintahan.
Jigus menambahkan penanganan sampah hendaknya dimulai dari rumah dengan melakukan pemilahan, mengurangi penggunaan plastik dan tidak membuang secara sembarangan.
Sekda Hendra Nirmala didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dede Sudiono mengatakan, gerakan bersama bersih-bersih lingkungan oleh jajaran Pemkab Cirebon menjadi bukti nyata untuk meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan.
“Menggugah dan meningkatkan kesadaran bersama semua elemen masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan. Kabupaten Cirebon termasuk daerah darurat sampah. Ayo semua elemen masyarakat kita atasi bersama masalah sampah. Kita mulai dari memilih sampah organik dan anorganik, mengurangi penggunaan plastik dan tidak membuang secara sembarangan,” pinta sekda.
Diungkapkan Hendra Nirmala, sampah di Kabupaten Cirebon itu setiap hari mencapai 1200 ton. Sementara, yang tertangani baru 400 ton.
“Sebetulnya ada potensi bagus pada masalah sampah. Sampah yang jumlahnya banyak itu bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai uang. Sejauh ini pemerintah daerah belum mendapat mitra dalam penanganan sampah. Pemerintah Kabupaten Cirebon sangat terbuka bila ada investor yang ingin menangani sampah,” katanya.(Noli/CN)

















