Di Depan Sivitas Akademika UMC, Prof. Rokhmin Sampaikan Konsep Itqan dalam Islam

banner 120x600

KABUPATEN CIREBON, (CN).-

Anggota DPR RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., tampil sebagai pembicara dalam acara pengajian, pembinaan dan i’tikaf Ramadhan 1447 H yang digelar Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC).

banner 325x300

Acara yang berlangsung pada Sabtu (14/3/2026) di Masjid Raya UMC, dihadiri sivitas akademika UMC. Dalam kesempatan itu, Prof. Rokhmin mengangkat materi tentang “Konsep Itqan dalam Islam dan Relevansinya terhadap Kehidupan Modern”.

Dalam materinya, Prof. Rokhmin yang merupakan Menteri Kelautan dan Perikanan tahun 2001-2004 ini mengatakan, itqan menggambarkan etika kerja yang menekankan kesungguhan, ketelitian dan kualitas.

“Itqan mengajarkan kita untuk mengerjakan setiap pekerjaan secara sungguh-sungguh, bukan hanya sebatas selesai,” tandas Prof. Rokhmin yang juga Rektor Universitas UMMI Bogor.

Menurut Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan in, cara melatih itqan yakin niatkan pekerjaan sebagai ibadah, fokus pada proses dan bukan hanya hasil.

Kemudian, lanjut anggota DPR RI dari daerah pemilihan Cirebon-Indramayu ini, tingkatkan skill secara terus menerus, evaluasi diri setiap hari dan hindari sikap “yang penting selesai” .

Prof. Rokhmin menyebut, itqan dalam ibadah yakni melaksanakan shalat dengan khusyuk memperhatikan bacaan dan gerakan yang benar. Ketika membaca Al-Qur’an tentu dengan tajwid yang baik dan tidak tergesa-gesa.

“Itqan dalam bekerja, yakni seorang pegawai menyelesaikan tugas dengan teliti. Seorang dokter memeriksa pasien secara cermat sebelum menentukan diagnosis. Dalam pendidikan, seorang pelajar belajar secara disiplin dan konsisten, memahami materi, jadi bukan hanya menghafal,” paparnya.

Prof. Rokhmin menyampaikan konsep best practice tercermin dalam prinsip Itqan, yakni melakukan setiap pekerjaan secara optimal, profesional, berkualitas tinggi yang selaras dengan ihsan sebagai upaya menghadirkan kualitas terbaik dalam setiap amal.

Adapun elemen pembentuk best practice dalam Islam yakni Ihsan pada setiap aspek kehidupan, itqan dalam pekerjaan, ikhtiar disertai tawakal, inovasi yang tetap berpegang pada syariat dan konsistensi amal.

Dalam kehidupan modern, tambahnya, itqan berperan sebagai landasan etika profesional yang mendorong setiap pekerjaan dilakukan secara teliti dan berorientasi pada kualitas terbaik.

Itqan dalam konteks penyelenggaraan negara, menuntut penempatan pegawai berdasarkan kompetensi dan kapasitas.

“Jadi, jabatan publik diisi oleh individu yang memiliki keahlian. Itqan mendorong proses perumusan kebijakan yang berbasis data dan analisis yang matang, sehingga keputusan tidak bersifat reaktif atau serampangan. Itqan menuntut kedisplinan dan kesungguhan dalam pelaksanaan program pemerintah,” terangnya.

Di akhir materinya, Prof. Rokhmin menegaskan, itqan merupakan prinsip Islam yang menekankan kesungguhan, ketelitian dan kualitas terbaik dalam setiap amal atau pekerjaan.

Konsep itqan memiliki keterkaitan dengan nilai Ihsan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan spiritual.

Dalam kehidupan modern, itqan relevan sebagai landasan etika kerja yang mendorong profesionalisme, kompetensi dan budaya kerja.

“Dalam penyelenggaraan negara dan kehidupan sosial, penerapan itqan penting untuk mendorong tata kelola yang kompeten,” pungkasnya.(Noli/CN)

banner 400x150

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *