KABUPATEN CIREBON, (CN).-
Anggota DPR RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan nelayan sejahtera.
Perjuangannya membawa program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, merupakan wujud nyata atas kerja keras Prof. Rokhmin.
Sejak akhir 2025, program KNMP sudah berjalan Desa Gebang Mekar. Kampung Nelayan Merah Putih dirancang sebagai ekosistem terpadu—tersedianya cold storage, pabrik es, tambat labuh kapal hingga SPBU nelayan—sehingga biaya operasional dapat ditekan dan efisiensi usaha. Dengan pendekatan ini, nelayan mampu naik kelas dan kehidupan lebih sejahtera.
Prof. Rokhmin yang merupakan anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kelautan dan Perikanan, ingin sektor kelautan jadi andalan bagi Indonesia.
Apalagi, potensi yang ada di laut Indonesia sangat besar dan berlimpah untuk dapat dimanfaatkan dengan baik oleh nelayan.
Kampung Nelayan Merah Putih salah satu upaya memaksimalkan perolehan hasil tangkapan ikan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
Prof. Rokhmin pun terus memantau pelaksanaan program KNMP di Desa Gebang Mekar dan hadir melihat langsung perkembangan pada pertengahan Februari 2026.
Kehadirannya sebagai bentuk penguatan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Gebang Mekar.
Menteri Kelautan dan Perikanan tahun 2001-2004 ini mendorong pembangunan kawasan pesisir yang terintegrasi dan berdampak nyata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat nelayan.
Dalam pandangan Prof. Rokhmin yang juga merupakan Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University Bogor ini, nelayan akan sejahtera jika tiga komponen utama diperkuat secara bersamaan.
“Pertama yakni kemudahan akses BBM, alat tangkap dan sarana produksi melaut lainnya. Kedua tentang penguatan fasilitas hilir seperti cold storage, pabrik es agar kualitas ikan tetap terjaga dan bernilai jual tinggi, serta mendapat jaminan pasar bagi ikan hasil tangkapan nelayan. Ketiga adalah peningkatan teknologi penangkapan dan penanganan ikan yang mensejahterakan nelayan dan stok ikan tetap lestari,” paparnya.
Prof. Rokhmin juga menekankan pentingnya dukungan regulasi, alokasi anggaran yang tepat sasaran serta pengawasan implementasi program agar sektor kelautan dan perikanan benar-benar menjadi penopang ekonomi nasional.
Pengalamannya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan RI memperkuat pandangannya bahwa pembangunan pesisir harus menyeluruh—menggabungkan infrastruktur, teknologi, dan kebijakan pro-rakyat—agar kesejahteraan nelayan dapat terwujud secara berkelanjutan.(Noli/CN)

















