NUSANTARA, (CN).-
Jutaan umat Islam di Indonesia mulai menjalankan ibadah puasa bulan Ramadhan 1447 H pada Kamis ini (19/2/2026).
Bagi anggota DPR RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk meningkatkan ibadah kepada Allah SWT. Sebab, Allah SWT telah menjanjikan pahala berlipat ganda pada setiap ibadah yang dilakukan seorang muslim.
Ibadah puasa selama bulan Ramadhan, tambahnya, harus dijalankan dengan benar agar mendapatkan pahala dari Allah SWT.
“Puasa kita jangan sampai kehilangan pahalanya. Kita sangat rugi jika puasa hanya sekadar menahan lapar dan dahaga. Selama menjalankan ibadah puasa, jangan tinggal shalat lima waktu dan ditambah shalat sunahnya. Rajin tarawih dan tahajudnya, serta membaca Al-Quran,” tandas Prof. Rokhmin, yang juga Rektor Universitas UMMI Bogor.
Menteri Kelautan dan Perikanan tahun 2001-2004 ini, mengingatkan, ada beberapa hal yang dapat membatalkan pahala puasa.
“Ada lima golongan dari orang-orang yang tidak mendapatkan balasan dari shaumnya itu yakni ghibah, adu domba, berkata dusta, bersumpah palsu dan memandang lawan jenis dengan penuh syahwat. Jika seseorang melakukan shaum namun tidak mendapatkan pahala dari puasanya itu, maka sangat rugi sekali,” jelas ketua Dewan Pakar Ikhwanul Mubalighin ini.
Diungkapkan kembali oleh Prof. Rokhmin Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa. Ramadhan adalah bulan suci penuh berkah, rahmat dan ampunan.
Karena itu, lanjut Prof. Rokhmin, setiap umat muslim harus memanfaatkan bulan Ramadhan dengan memperbanyak ibadah.
“Ramadhan waktunya berlomba-lomba mendapatkan pahala. Shalat lima waktu tentu sudah menjadi kewajiban bagi setiap umat muslim. Pada Ramadhan, tingkatkan juga shalat malamnya yakni tarawih dan tahajud. Tadarus Qur’an dan dzikir diperbanyak dan jangan lupa meningkatkan kegiatan sosialnya,” katanya.
Dalam pandangan Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB Bogor ini, sangat penting menjaga silaturahim dengan sesama manusia.
“Penting juga hubungan muamalah kita kepada sesama muslim dan makhluk Allah lainnya (hablumminannas). Kalau memungkinkan, bantu sesama. Tangan di atas lebib baik daripada tangan di bawah. Rajin-rajinlah bersedekah,” pungkas anggota Komisi IV DPR RI ini.(Noli/CN)

















