Wakil Wali Kota Cirebon Ajak Anak Muda Promosikan Pariwisata dan Kembangkan Ekonomi Kreatif

banner 120x600

KOTA CIREBON, (CN).-
Wakil Wali Kota Cirebon, Hj. Siti Farida Rosmawati mengajak kepada generasi muda untuk terus berperan aktif dalam mempromosikan pariwisata daerah dan mengembangkan ekonomi kreatif.

Menurutnya, Kota Cirebon punya banyak destinasi wisata yang memiliki nilai sejarah tinggi. Kota Cirebon juga ada banyak seni budaya yang bisa membuat wisatawan untuk datang.

banner 325x300

“Termasuk kepada para peserta Nok Hijab IDOLA, ayo gencarkan promosi pariwisata di Kota Cirebon. Nok Hijab IDOLA Cirebon 2025 momentum strategis bagi pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif serta pemberdayaan generasi muda,” tandas Wakil Wali Kota Cirebon.

Dengan dukungan penuh dari Pemkot Cirebon, ajang ini diharapkan menghasilkan duta-duta inspiratif yang siap membawa nama Cirebon ke tingkat nasional dan internasional.

“Mari gunakan panggung ini bukan hanya untuk meraih mahkota, tetapi juga menjadi influencer dan trendsetter yang positif bagi generasi muda Kota Cirebon,” lanjut Hj. Siti Farida Rosmawati, Minggu (23/11/2025) lalu.

Menurutnya, kegiatan ini berhasil memikat perhatian masyarakat, tidak sekadar sebagai kompetisi tetapi sebagai ruang pembentukan karakter generasi muda yang cerdas, santun dan berwawasan luas.

“Saya berharap Nok Hijab IDOLA yang terpilih mampu menjadi representasi perempuan Cirebon yang beretika, berbudaya dan berdaya saing tinggi,” tambahnya.

Pemilihan ini memiliki nilai strategis yang lebih dalam daripada sekadar ajang kecantikan. Kompetisi ini merupakan upaya konkret Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk mencetak duta pariwisata serta ekonomi kreatif yang tidak hanya mempromosikan destinasi lokal tetapi menjadi motor penggerak inovasi dan kreativitas.

Wakil Wali Kota Cirebon menekankan pentingnya peran generasi muda dalam pembangunan kota. Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif adalah mesin pertumbuhan masa depan kota.

Lewat ajang ini, dirinya berharap muncul ide-ide segar dari para finalis yang mampu mengangkat kuliner, budaya dan produk UMKM Cirebon ke level lebih tinggi.

Tidak hanya itu, Wakil Wali Kota Cirebon memberikan pesan motivasi bagi para finalis.

“Mahkota hanyalah simbol, tetapi kontribusi nyata bagi masyarakat dan kota kita adalah tujuan utama. Teruslah belajar, berkarya dan menjadi agen perubahan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya menjelaskan proses panjang menuju grand final.

“Acara hari ini merupakan puncak dari beberapa tahap, mulai dari persiapan, open call hingga seleksi peserta. Dari 51 pendaftar dari Cirebon Raya, kami memilih 20 finalis yang kemudian menjalani proses karantina untuk mempersiapkan diri menjadi putri hijab influencer ke tingkat nasional,” paparnya.

Agus menekankan kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi memiliki keberlanjutan yang jelas.Pemenang dari event ini nantinya akan mewakili Cirebon di tingkat Jawa Barat. Jika lolos, akan maju ke tingkat nasional pada Agustus 2026.

“Insya Allah, yang terbaik akan membawa nama baik Kota Cirebon,” ucapnya.

Selain kompetisi, ajang ini juga menjadi wadah kolaborasi lintas komunitas dan keluarga.

“Budaya pariwisata akan lebih kuat bila kita bersatu. Sekat-sekat administratif jangan sampai menghalangi ruang partisipasi, karena keberhasilan acara ini bergantung pada keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.(Andi/CN)

banner 400x150

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *